Agustus 29, 2014

Kampanye "Earth Hour"?


KAMPANYE “EARTH HOUR”?

Ketika saya ingin menuliskan artikel ini mungkin kalian para partisipan kampanye Earth Hour akan menghina saya dikarenakan Earth Hour sudah bergerak sejak tahun 2007 yang dideklarasikan oleh WWF (WorldWide Wildlife Fund) Australia. Menurut saya tidak ada kata terlambat di dunia ini. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Bagi kalian yang belum tahu  tentang Earth Hour, saya akan jelaskan secara singkat tentang EH. Earth Hour adalah salah satu kampanye WWF yang secara global diadakan pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret setiap tahunnya yang meminta rumah-rumah dan perkantoran untuk memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak perlu selama 1 jam (8.30PM-9.30PM) untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim.

Saya sudah lama mendengar kampanye Earth Hour sejak dulu, namun baru sekarang saya mencari info-info dari berbagai sumber untuk meyakinkan saya terhadap kampanye yang dilakukan oleh WWF. Penyebab saya ingin mengulik lebih jauh siapa itu WWF? Apa itu Earth Hour? Adalah diajaknya saya oleh teman saya ikut berpartisipasi dalam kampanye ini. Saya mengikuti saja apa kata teman saya karena hanya ingin menghargai ajakannya. Kota saya di Bojonegoro, Jawa Timur melakukan kampanye Earth Hour baru dimulai Tahun ini, 2013. Saya bukan robot yang langsung bisa nurut begitu saja dengan propaganda-propaganda sesat ala barat yang sangat tendensial itu. Banyak hal-hal negatif yang menyelimuti pikiran saya terhadap acara yang bernama Earth Hour. Saya berhari-hari mencari info seputar Earth Hour dan WWF, ada info positif dan negatif ketika saya browsing, namun setelah saya melakukan komparasi dengan matang, saya yakin kalau Earth Hour dan WWF adalah alat propaganda sesat ala barat. Setelah saya mendapatkan info dari berbagai sumber-sumber bahwa WWF yang ngakunya organisasi peduli lingkungan ternyata mereka didanai oleh IBM, Nike, Coca-cola, HSBC, Bank of America, Citigroup, Philip Morris, J.P Morgan, Walmart, Ikea, dan beberapa lainnya. Apakah kalian tahu itu? korporasi-korporasi raksasa tersebut adalah pihak-pihak yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi dan politik bagi masyarakat seluruh dunia, sesungguhnya mereka inilah yang menyebabkan ketimpangan sosial dan kesengsaraan di berbagai tempat. Apakah kalian percaya korporasi-korporasi itu peduli terhadap lingkungan? Saya 100% tidak percaya mereka peduli pada hal itu, mereka hanya berkedok di balik kebusukan mereka. Pada November 2009, lebih dari 80 organisasi lingkungan dunia dari 31 negara sepakat menandatangani petisi untuk mengecam prakarsa WWF yang berjudul “Roundtable on Sustainable Palm Oil”. Petisi tersebut menyatakan bahwa keterlibatan WWF telah ditunggangi oleh korporasi perminyakan guna memberikan justifikasi terhadap pembangunan pusat-pusat kilang minyak di Eropa. Lalu, sudahkah kalian melihat film dokumenter yang berjudul “Pakt mit dem Panda” atau “Kesepakatan dengan Panda” dibuat oleh wartawan senior Wildried Huisman” kira-kira pada akhir tahun 2011. Isi dari film tersebut membongkar kebusukan WWF yang melakukan kesepakatan oleh Wilmar. WWF ikut bergabung dengan korporasi yang merusak habitat Orang Utan di Kalimantan tengah, Indonesia dan hutan yang mereka tebang, mereka gunakan untuk menanami pohon kelapa sawit. Bisa kalian cek kok filmnya di Youtube atau mau kalian browsing-browsing dulu lewat Google. Sangat banyak keanehan kan dengan kinerja WWF? Bukti-bukti yang saya tulis tadi sudah menanggapi  ada banyak kepentingan-kepentingan terselubung yang berasal dari asing.

Saya ingin bertanya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sudah berpartisipasi ke dalam Earth Hour, mengapa kalian menggunakan nama Earth Hour untuk pergerakan kalian yang katanya peduli lingkungan? Karena EH sudah mendunia, terkenal, media secara besar-besaran memberitakan, keren gitu? Menurut saya EH adalah sistem, tidak hanya sebuah nama yang tidak memiliki arti. Kenapa kalian tidak membuat nama sendiri dan lakukan pergerakan kalian sendiri tanpa disetir oleh WWF. Mau sampai kapan kalian hanya menjadi cecunguk yang hanya bisa tunduk kepada WWF. Katanya EH dapat menghemat energi beberapa Watt dan jika diuangkan jumlahnya puluhan juta/ratusan juta saat mematikan beberapa ikon kota selama 1 jam, terus kenapa kalian tidak melakukan hal itu sebulan sekali? Apakah data yang dibuat oleh WWF itu sudah melalui uji validitas atau hanya untuk memancing orang-orang terjebak di dalam lingkaran hitam? Jika data itu benar dan dapat dipertanggungjawabkan, seharusnya penghematan bisa dilakukan sebulan sekali dan penghematan itu bisa digunakan pemkot untuk menggunakan APBD secara optimal untuk seluruh masyarakat di kotanya, gak akan ada orang miskin kalau data itu benar. Berani gak kalian buat EH itu diadakan sebulan sekali? Gak berani? Karena kalau sebulan sekali bukan EH lagi namanya ya? Maka dari itu, EH bukan hanya sebuah nama saja, tapi EH adalah sistem yang telah dirancang secara apik oleh WWF sebagai pencitraan mereka yang sok peduli lingkungan pada 1 jam yang singkat itu, padahal bertahun-tahun para korporasi dan industri mengeksploitasi alam secara besar-besaran. Saya tidak pernah bilang kalau kegiatan EH tidak memeberikan dampak apapun, tapi dampak itu sangat sedikit. Terus mereka merasa sudah peduli lingkungan dengan melakukan EH? Konyol sekali hal ini. Kalian sudah melihat film “Esoteric Agenda”? Di part 7 dijelaskan jika Global Warming hanya kebohongan besar yang dibuat oleh barat. Saya pribadi tidak sepenuhnya percaya terhadap film itu, saya meyakininya Global Warming hanya propaganda saja. Setelah orang-orang asing menebarkan ancaman dan ketakutan kepada masyarakat di seluruh dunia melalui pemberitaan Global Warming secara besar-besaran, seluruh media membahas masalah ini. Tapi apa yang mereka lakukan setelah itu? apakah mereka menutup korporasi-korporasi yang tidak ramah lingkungan? Gak akan mungkin. Lalu apa? Membuat film “The Day After Tomorrow”? banyak kekonyolan yang mereka lakukan.

Mengapa EH dilaksanakan pada bulan Maret dan di hari Sabtu akhir bulan? Saya tidak menemukan info terhadap hal ini. Adakah makna filosofis dari dipilihnya waktu ini untuk melaksanakan EH secara global? Karena pasti setiap perlakuan memiliki makna. Jika kalian ada yang tahu terhadap hal itu, silahkan tulis di kolom komentar yang berada di bawah.

Saya bukan anti-barat, anti-yahudi, anti-amerika, dll, karena saya juga tidak munafik pada diri saya sendiri. Saya juga pernah terkena racun dari barat yaitu sepeda fixie, namun saya merasa tidak memperkaya mereka dengan membeli produk mereka. Sepeda fixie saya seluruhnya produk lokal. Dan banyak barang-barang yang saya gunakan merk-merk dari asing. Maka dari itu, saya bukan orang yang munafik. Dari segi produk-produk saja kita hanya bisa menjadi konsumen mereka, apa kalian juga menjadi konsumen dari segi pergerakan peduli lingkungan yang bernama Earth Hour? Apakah kalian tidak bisa membuat sendiri? Menyedihkan sekali negara ini diisi oleh para manusia yang bisanya cuma nurut dengan orang-orang asing. Saya sendiri tidak Cuma “omdo”, saya selalu berusaha peduli lingkungan, tapi gak perlu semua orang tahu kegiatan saya. Saya hanya memberikan kalian sudut pandang yang berbeda melalui tulisan ini. Cobalah renungkan baik-baik tulisan saya ini, saya tidak bermaksud provokasi kepada kalian. Para pemuda bangsa seharusnya kritis dalam melihat sesuatu, jangan mudah mengadopsi sistem tetapi tidak mengerti apa aja yang ada di dalamnya. 

Analogi yang bisa saya buat, negara Indonesia adalah seorang yang sedang berada di dalam kubangan lumpur hidup dan terus menerus berteriak “minta tolong” karena secara perlahan akan menenggelamkan negara Indonesia, seperti saat Indonesia mengalami krisis moneter 1998. Lalu, datanglah malaikat-malaikat penolong yang bernama orang asing, mereka memberikan pertolongan kepada orang yang berada di dalam kubangan lumpur hidup tersebut dengan berkata,”gimana mau saya tolong gak? Biar kamu gak mati dalam lumpur itu? Tapi, setelah itu kamu harus nurut kepada saya!. Si orang (Indonesia) itu menjawab iya saja dan mengikuti apa kata orang asing. Jika pemimpin negeri ini pintar, seharusnya dia berbalik lalu menendang bokong orang asing itu agar masuk ke dalam kubangan lumpur hidup itu lalu biarkan mereka mati. Pengkhianatan untuk orang-orang asing itu sangat pantas mereka terima.

Saya sama sekali tidak antipati terhadap gerakan penghematan maupun konversi energi, namun cobalah kamu berpikir dan menelaah lebih jeli mulai sekarang. Dunia yang kamu tinggali ini berjalan dalam sebuah sistem yang dikendalikan segelintir penguasa yang mencari keuntungan. Kapitalisme menyebabkan dampak kompleks yang kadang tidak kentara, bahkan kita menganggapnya sebagai sesuatu yang normal, padahal berbahaya. Jika kamu ingin benar-benar memberikan kontribusi terhadap lingkunganmu maka pelajarilah bagaimana kapitalisme dan korporasi bekerja, bagaimana negara dengan aparat menjaga kekuasaan, bagaimana hukum dan kontrak sosial diberlakukan. Bagaimana alur eksploitasi alam yang terjadi di daerahmu, dan mengapa sampai sekarang sering terjadi perang sosial dimana-mana, padahal kita mengklaim bahwa peradaban semakin maju. Saya berani jamin, kesimpulan terakhir yang kamu temukan: dunia sedang tidak baik-baik saja. Untuk menghentikan kerusakan ini, serang di tempat yang mematikan.
Jika kalian peduli dengan lingkungan, maka tetap nyalakan listrik di saat Earth Hour nanti atau tahun-tahun berikutnya, jangan mudah termakan kampanye yang kelihatannya baik. Gunakan waktumu untuk membaca lalu diskusi dengan teman-temanmu agar dapat mengasah pemikiran dan analisismu. Jangan mau dibodohi oleh WWF, ketahuilah mereka sendiri yang sebenarnya merusak alam ini melalui korporasi-korporasi raksasa seperti yang sudah saya tulis di atas. Dan ketika kamu mulai sadar dan mulai memikirkannya lebih jauh maka kamu akan menyadari bahwa partisipasi aktif di lingkungan lokal untuk membangun komunitasmu sendiri akan lebih berarti daripada membuang waktu selam 1 jam untuk berpartisipasi pasif dalam perayaan kegelapan setahun sekali ini.

Percayalah, Earth Hour adalah lelucon menggelikan sebagaimana kita mengharapkan Dinasti Bakrie untuk menyelesaikan kasus lumpur Lapindo, atau menuntut Freeport untuk segera hengkang dari Papua. Mengharapkan aksi nyata dari pemerintah dunia beserta korporasi-korporasi yang selama ini berafiliasi dengan mereka untuk meminta maaf lalu menyelesaikan problema-problema yang sesungguhnya hasil perbuatan mereka sendiri tak lebih dari sekedar mimpi di siang bolong.

Di akhir postingan ini, saya ingin mengatakan bahwa tidak ada maksud menyerang teman-teman saya yang bekerja telah bersama-sama. Saya salut sama kalian semua atas kekompakan kalian dalam bekerja dan menanggapi pendapat saya dengan dewasa. Saya hanya ingin memberikan sudut pandang yang berbeda kepada seluruh orang Indonesia yang berpartisipasi dalam EH agar menyikapinya dengan biasa saja, gak usah sok merasa peduli lingkungan. :)

Baca juga:
Artikel tentang review Film Pakt Mit Dem Panda 

Cek film di youtube

Nb: Jika kalian ingin meng-copy tulisan saya, tolong dikasih sumbernya di akhir postingan kalian. :)


Best Regards,

Bhagas Dani Purwoko




5 komentar:

leniwiw mengatakan...

ambil sisi positif dr EH, tak perlu melihat siapa dan apa maksud dr EH itu sendiri, kalau sekedar mematikan listrik dan tidak meracuni lingkungan dengan polusi kami sudah melakukannya setahun sekali selama 244 jam dari jaman dahulu kala.

Anonim mengatakan...

itulah mengapa ada tanda + di logo EH, 60 + bukan hanya 1 jam saja dalam 1 tahun sekali. bukan hanya 1 bulan sj sesuai permintaan bhagas, + "is your's" . aku rasa 1 jam itu hanya simbolik mengingatkan. dan kenapa di bulan maret. semua org tau itu.kalau bisa dapat artikel film, harusnya bisa dapat artikel knp harus di bulan maret. EH bukan hanya bicara "lampu" tapi "aksi" . Ini Aksiku, Mana Aksimu? (bold: Mana Aksimu?) tema EH tahun ini 100% Indonesia (bold: Indonesia). terlepas dr WWF sy hnya org awam yg menyimak aksi mereka, dan memandang dr sudut positif, sy juga bukan "omdo" tak perlu orang lain tau. setidaknya dgn kampanye EH, adik saya sdh paham menghemat energi.

just ordinary people mengatakan...

"....when i see someone doing X rather than Y (when Y is something far more important in my view), it's a reminder for me to ask if Y is my role. i can't do what an X can do, and i can't expect an x to do what i can do as an engineer (or a teacher, or business manager, or community member, or communicator, or gardener, or scientist... insert your role here). but we can look for ways to work together, collaboration, to do what we must in facing our challenges...."

Bhagas Dani Purwoko mengatakan...

Whatever you said, dude! I just give a different point of view. Just it!!. So, I don't give a shit to GREEN CAPITALISM. I love my nation, my responsibility is keep it.

Thanks :)

Solid and Simple Blog mengatakan...

i like your point of view :D

saya pribadi cuma earth hour pertama yang ikutan, karena hype juga sih.. tapi setelah itu kok rasanya ga ada perubahan berarti.. dalam artian penggunaan energi masih sangat boros

akhirnya ya saya mulai dulu dari diri sendiri untuk penghematan energi. lalu pelan2 saya ajak sodara juga.
misal mematikan lampu yang ga dipakai, mencabut stop kontak yang menganggur, mematikan alat2 elektronik yang tidak digunakan, berjalan kaki/bersepeda jika tujuan dekat, mengumpulkan sampah seperti koran/kertas untuk dijual, dsb

btw, bikin di kaskus bisa nih, kan ada sub forum green lifestyle tuh :D

Posting Komentar

 
;