Tampilkan postingan dengan label Realita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Realita. Tampilkan semua postingan
November 13, 2012 0 komentar

Mari Kritik-kritik Isi Kotak Audiovisual di Indonesia



            Di Indonesia mayoritas pasti punya yang namanya televisi yaa? Hiburan paling murah di era sekarang dan semua lapisan dapat terhibur oleh acaranya. Banyak sekali kok yang betah banget nonton tv sampe berjam-jam gak bosen. Padahal menurut saya acara tv lokal dikit banget yang mendidik, rata-rata mereka buat acara Cuma ngejar rating sehingga dapet sponsor yang banyak banget kalo udah gak laku yasudah. Sebenarnya visi dan misi mereka bergelut di bidang hiburan yang khususnya di televisi itu apa ya? Yang penting untung banyak dapet duit, udah deh. Derita loe kalo gak suka. Gitu ya? Kasian banget kan orang sini dijejali hal-hal yang gak penting tiap hari hanya karena kepentingan salah satu pihak yang ingin untung sendiri.
Oya, Budaya “LATAH” di sini udah akut banget lho. Entah dari golongan apa aja yang ada disini, latah yang saya maksud bukan penyakit yang kaget terus ngomong jorok. Tetapi kebiasaan orang-orang sini yang suka niru sesuatu yang udah sukses lalu buat hal yang sama hanya dengan nama yang baru. Hal itu udah terlihat banget di acara-acara tv lokal kita. Tiap hari selalu nonton acara musik yang gak jelas dengan banyak penonton bayaran. Kenapa harus disinarin tiap hariii?? 2x seminggu gak bisa? Niatnya promosi musik-musik di Indonesia, tapi Cuma jadi ajang tempat musisi dadakan yang menganggap kadar kesuksesan itu kalau kita udah masuk/tampil di tv. banyak persoalan sih kalo ngebahas acara musik pagi siang sore itu. Bukti latahnya kan hampir seluruh stasiun tv bikin acara musik yang rutin tiap hari dan punya penonton bayaran. Eksploitasi musik sudah sangat tidak sehat, hanya itu-itu saja musisi yang muncul di tv. emangnya Cuma itu doang musiknya orang Indonesia? Nggak kak, makanya mereka yang punya acara musik itu gak tau apa-apa. Persoalan yang paling aneh lagi karena imbas dari acara musik yang rutin tiap hari adalah banyak bermunculan groupies gak jelas. Seolah-olah anak muda sekarang ini sulit banget nyari pegangan untuk hidup mereka dan Cuma bisa ngefans dengan salah satu musisi doang. Gila!!! Sialnya acara musik yang gak mutu kok umurnya bisa panjang banget. Acara musik yang bermutu kayak radioshow Cuma bentar ngehiasi acara tv kita. Nyebelin banget pokoknya!!
Sampe saat ini saya pengen tau kerjaannya KPI itu apa sih??? Tau artinya mutu dan gak mutu?? Taunya kalo udah diprotes?? Kampret emang tuh KPI!!, saya jadi pesimis kalau udah punya anak kelak acara tvnya masih kayak sekarang. Mending pake tv berbayar sekalian, jadi liat tv orang asing. Huh! Mau gimana lagi dong, masak ntar anak-anak kita dijejali sama acara gak mutu yang Cuma pengen untung sendiri. Secara gak langsung televisi dengan acara tv lokal adalah hiburan untuk kalangan menengah ke bawah, yang penting ada gambar dan suaranya deh. Saya juga heran dengan ibu saya yang gak pernah bosen liat sinetron. Ketika saya tanya ke ibu,”bu, gak bosen liat sinetron terus? Kadang juga udah bisa nebak alurnya gitu”. Ibu saya jawab nyantai,”bosen gak bosen sih gas, trus mau liat apalagi dong? Yang ada Cuma ini buat hiburan. Hehe”. Kalimat trus mau liat apalagi dong? Harus di garis bawahi tuh. Mayoritas juga sih soalnya kalo ibu-ibu emang demen banget liat sinetron sampe kapanpun. Jadi, tv mau ngilangin acara sinetron itu berat banget. Alur dari semua sinetron di Indonesia lho sama semua, Cuma beda pemain dan judulnya. Settingnya pasti ada rumah sakit, kantor polisi, penjara, dan rumah makan. Penyakit amnesia udah jadi trend di sinetron Indonesia. Nyari rating trus dengan bumbu-bumbu mujarab biar episode sampe ribuan. Ada aja caranya biar penonton penasaran dan pengen nonton besoknya lagi dan seterusnya. Pesan-pesan moral yang mereka sampaikan gak ada mutunya sama sekali, hanya menjual kata “cinta” di dalamnya. Haruskah anak kecil diberi hiburan seperti itu? KPI sakit jiwa banget kan!! Hampir semuanya punya acara sinetron, budaya nonton sinetron gak sehat banget..
Acara berita yang selalu di muat televisi terkadang selalu melakukan bored up, mereka membahas suatu hal yang lagi hits secara berulang-ulang dan sialnya yang dimuat berulang-ulang adalah berita buruk banget. Coba deh, pernah gak berita nayangin prestasi-prestasi anak bangsa di televisi sampe berulang-ulang? Palingan yang diputer terus-terusan itu kebejatan para wakil rakyat yang gak tau malu. Berita yang kadarnya serius aja pada sama semua gitu kok. Imbasnya ya ke yang lain.
Trus apa dong yang baik dari acara tv lokal? Ya pikiran dan pilah-pilah aja sendiri. Saya pengen ngeritik doang kok, hahaha. Saya mohon aja agar para orang yang bertugas di KPI dapet milih acara yang emang bermutu banget untuk rakyatnya, biar kita tau bukti jelasnya kinerja mereka di belakang layar. Kalian sendiri deh yang bijak dalam memilih acara televisi sekarang. Untuk mencari sumber informasi jangan hanya lewat televisi, masih banyak kok sumber-sumber dari media elektronik lain. Jadi, jangan bingung ata banyak protes dengan acara-acara tv saat ini. mereka yang buat acara tv gak salah kok, yang salah tuh orang-orang yang masih mau liat tv sambil ngomel-ngomel gara-gara acara tv gak ada yang bagus. Eeheheheeehe
November 02, 2012 0 komentar

Pembentukan Karakter Guru Yang Tidak Tendensial



PEMBENTUKAN KARAKTER GURU YANG TIDAK TENDENSIAL

Oke, setelah saya membaca kuis yang diadakan oleh Indonesia Berkibar, saya langsung tertarik dengan tawaran lomba blog yang diadakan oleh @IDBerkibar dengan tema “Guruku Pahlawanku”. Saya akan menuliskan pengalaman dan kegundahan saya yang terpaksa kuliah di bidang pendidikan karena orang tua tergiur dengan sertifikasi untuk guru. Guru merupakan profesi yang sangat mulia, namun banyak guru yang hanya mengharapkan gajinya. Sehingga, kalimat “guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa” ini sudah luntur maknanya. Mereka tidak pernah mendidik peserta didik dengan baik, mereka hanya bisa mengajar dengan datar. Beberapa guru yang sudah diangkat menjadi guru tetap seringkali menyepelekan tugas dan tanggung jawabnya karena sudah mendapat gaji pokok yang tetap. Oleh, karena itu saya sebagai seorang Mahasiswa Universitas Negeri Malang di jurusan Administrasi Pendidikan merasa ironis sekali melihat fenomena-fenomena yang sudah tidak tabu lagi. Pembentukan mental dan karakter harus dilakukan agar para guru tersebut tidak tendensial melaksanakan tugas-tugasnya. Semua guru sekarang berlomba-lomba mengejar sertifikasi dari pemerintah untuk menambah penghasilan, seharusnya dengan adanya sertifikasi itu berbanding lurus dengan kualitas mengajar para guru tersebut, tetapi hasilnya hanya beberapa persen dan tidak maksimal.
Ada lagi fenomena yang sudah tidak asing di kalangan perguruan tinggi adalah banyak sekali dosen yang berlomba-lomba ingin menjadi guru besar. Dosen-dosen tersebut ingin sekali instant dalam mendapatkan gelar guru besar, mereka membuat dan menerbitkan buku hanya sebagai syarat dengan hanya mencetak 10 eksemplar tanpa dijual ke umum. Fenomena-fenomena tadi memang benar-benar terjadi di dalam dunia pendidikan negara Indonesia. Negara Indonesia harusnya banyak meniru negara Finlandia yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Perkembangan dunia pendidikan negara ini jangan sampai ke arah yang lebih buruk, seluruh warga negara harus melakukan kerja sama yang baik untuk membangun sistem pendidikan yang baik juga. Apabila sistem pendidikan di Indonesia membaik pasti akan berbanding lurus pengaruhnya terhadap karakter dan mental warga Indonesia. Pendidik atau guru di Indonesia terlalu dimanjakan oleh pemerintah, sehingga menyebabkan mentalnya tidak kompetitif.   
Terdapat beberapa fenomena organisasional yang dapat dikategorikan sebagai gejala pemicu munculnya kebutuhan pelatihan dan pengembangan untuk guru-guru di Indonesia. Tidak tercapainya standar pencapaian kerja, guru tidak mampu melaksanakan tugasnya, guru tidak produktif, tingkat penjualan menurun, tingkat keuntungan menurun adalah beberapa contoh gelaja-gejala yang umum terjadi dalam dunia pendidikan.
Gejala yang ditimbulkan oleh kondisi tersebut mencontohkan terdapat tujuh gejala utama dalam dunia pendidikan yang membutuhkan penanganan yaitu :
1. Low productivity; Produktivitas rendah
2. High absenteeism; Ketidakhadiran yang tinggi
3. High turnover; Omset (perolehan/pemasukan kotor/bruto, belum dikurangi biaya operasional atw pengeluaran yg berhubungan dg "urusan" tersebut, untuk setiap periode tertentu) tinggi
4. Low employee morale; Rendah semangat kerja guru
5. High grievances; Tinggi keluhan
6. Strike; Pemogokan
7. Low profitability. Profitabilitas (kemampuan kemungkinan untuk mendatangkan keuntungan) yang rendah
Ketujuh gejala tersebut sangat umum dijumpai dalam dunia pendidikan yang dapat disebabkan oleh setidaknya tiga faktor yang meliputi : kegagalan dalam memotivasi guru, kegagalan dunia pendidikan dalam memberi sarana dan kesempatan yang tepat bagi guru dalam melaksanakan pekerjaannya, kegagalan dunia pendidikan memberi pelatihan dan pengembangan secara efektif kepada guru.
Daritadi saya membeberkan beberapa keburukan sistem pendidikan dan kinerja para pendidik. Itu bukan berarti saya sangat skeptis dengan pendidikan negara Indonesia. Saya masih memiliki keyakinan negara ini akan terus berkembang menuju ke arah yang lebih baik terutama dalam dunia pendidikan. Disamping itu masih banyak sekali guru-guru yang memiliki kompentensi yang sangat mumpuni dan sangat berintegritas melaksanakan tugas-tugasnya. Pahlawan-pahlawan yang berprofesi sebagai guru di Indonesia juga tidak sedikit. Pak Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina) juga telah membuat sebuah terobosan dalam dunia pendidikan untuk yang sulit mendapatkan akses karena merupakan daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Terobosan tersebut diberi nama program Indonesia Mengajar. Program ini adalah mengirim para pengajar-pengajar muda untuk melaksanakan tugas mulia sebagai guru di desa-desa tertinggal di seluruh Indonesia. Program Indonesia Mengajar memiliki slogan yang sangat memberi semangat, slogannya adalah “Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi”. Dari tahun ke tahun pendaftar Indonesia Mengajar terus bertambah banyak, jadi dapat disimpulkan masih banyak sekali guru yang memiliki jiwa-jiwa sosial yang tinggi dan mau bergerak di program ini. Mereka dicetak untuk menjadi Role Model bagi siswa-siswanya yang diajar serta dapat memberikan inspirasi terhadap siswa-siswa yang berada di desa tertinggal. Para pengajar muda yang memiliki semangat membara untuk memperbaiki sistem pendidikan negara ini harus diberikan apresiasi yang setimpal, merekalah para pahlawan di Indonesia yang siap membentuk bibit-bibit yang berkualitas kelak dan mampu bersaing di kancah internasional. Semoga julukan pahlawan tanpa tanda jasa akan terus melekat di setiap hati nurani para pengajar di negara Indonesia ini. Sekian tulisan dari saya, kalau ada yang kurang berkenan saya mohon maaf. :) :)

-Bhagas Dani Purwoko-


  
September 30, 2012 0 komentar

KULTWIT: "Pengakuan Algojo 1965" by @arifz_tempo




Sharing @arifz_tempo Mengenai "Pengakuan Algojo 1965", cerita ttg para algojo yg mengeksekusi orang2 yg (diduga) terlibat PKI di tahun 1965

1.Hari ini 47 tahun lalu, masihkah kita m’ingatnya? Kami menulis ulang #G30S. Kali ini dari perspektif para algojo http://t.co/c7vM5XwZ

2.Para mulanya adalah the act of killing, film dokumenter karya @JoshuaOppenheim Film ini berkisah ttg Anwar Kongo. Siap dia? #g30s

3.Anwar adlh tukang catut karcis bioskop di medan pada 60an. Ia preman disegani. Ia membunuh ratusan orang yg dituduh PKI #g30s

4.Anwar mempraktekkan cara membunuh. Menebas kepala, menjerat leher dgn kawat. #g30s

5.Ia mengikat ujung kawat ke tiang. Melilitkannya ke leher korban, menariknya erat2. Supaya tak bnyk darah tumpah, katanya dgn t'buka #g30s

6.Anwar punya alasan pribadi lakukan itu. Orang2 PKI larang film barat. Tanpa film itu ia 
kehilangan mata pencarian sbg tukang catut #g30s

7.Dari Act of Killing, Tempo telusuri para algojo di tempat lain.#g30s

8.Di Flores kami bertemu Tenggkorak. Ia adalh napi pembunuhan pada 60an. Ktk #g30s pecah, ia dijemput kodim,diberi tugas "selamatkan Negara"

9.Beserta bbrp napi lain ia dibekali Kodim tiga sekop, tiga cangkul, dan empat tanduk rusa. Setiap algojo mendapat satu parang #g30s

10.dibawa ke pinggir hutan, mrk dimintagali kubur. orang2 pki datang. Saya tak bisa tolak, saya tebas kepala mrk satu2, kata Tengkorak #g30s

11.Bbrp korban adalah keluarga sendiri. Eksekusi berlangsung 4 bulan. Setelah itu Tengkorak dibebaskan, meski ia masih bstatus tahanan #g30s

12.Bbrp algojo dipaksa bunuh krn diancam tentara. Mrk diindoktrinasi: PKI itu jahat,tak kenal Tuhan. kalau mrk tolak, mrk yang dibunuh #g30s

13.Ada lagi Burhan Kampak. Julukan itu diberikan orang krn pada 65-66 ia sering membawa kampak ke mana pergi #g30s

14.Saat itu Burhan aktivis mahasiswa UGM. Ia berseteru dengan CGMI, sayap mhs PKI.Ia dendam pernah ditendang&dituding kontra revolusi #g30s

15.Ketika g30s pecah, Burhan jadi algojo. Dilatih menembak di kaliurang oleh tentara. Saya punya licence to kill, katanya #g30s

16.sebelum eksekusi,parit digali u/ jd kuburan.Eksekusi gunakan senjata laras panjang+AK. Laras pendek dipakai u/ pastikan benar2 mati.#g30s

17.Di Luweng,dekat Klaten, eksekusi dlkukan mlm hari dengan dorong orang yang ditutup matanya dari tebing tinggi ke dasar sungai. #g30s

18.Banyak pelaku adalah tokoh agama. Di Probolinggo kami bertemu SY, kini 74 tahun. #g30s

19.Dalam sebuah operasi malam2 ia datangi rumah tokoh PKI. Si tokoh kaget, teriak "Kate laopo, Le? Kate guyon ta?” #g30s

20.Mau apa kamu? Mau bercanda ya?. Tak banyak kata, caaas, parang diayunkan ke arah korban. Tapi tak mempan #g30s

21.Rupanya si korban punya ilmu kebal. SY berlari ke arah tanggul mencari batang singkong sebesar 3 jari #g30s

22.membaca asmak yang diberikan seorang kiai, singkong itu dipukulkan ke punggung korban.#g30s

23.Korban gemetar. SY menebasnya dengan samurai. Kepalanya jatuh.#g30s

24.Sehabis eksekusi, SY diguyur air kembang 3 timba, dihadiahi Kodim sarung cap Manggis kotak-kotak hitam dan hem putih merk Santio.#g30s

25.Kami sadar menulis pembantaian massal #g30s adalah isu sensitif Karenanya kami ekstra hati2

26.Tiap nama algojo dgn seksama diverifikasi. Yang meragukan, misalnya hanya agar terkesan gagah2an, kami coret dari daftar #g30s

27.Ada algojo yg nama dan fotonya bersedia dipublikasikan. Ada yang minta disamarkan. Kami memenuhi permintaan itu. #g30s

28.Ada algojo yg membunuh krn dipaksa tentara. Ada yang karena dendam pribadi. Ada juga: krn “dipaksa” situasi politik #g30s

29.Pertentangan politik PKI dan non PKI sangat keras pada 1965. Menurut pelaku mereka membunuh agar tidak dibunuh #g30s

30.Tak ada maksud mengorek luka lama.Tp sejarah tak boleh dihapus. Rekonsiliasi hanya tjadi jika pembunuhan itu diakui. #g30s


Oktober 03, 2011 2 komentar

FASIS Yang Baik Adalah Fasis Yang Mati

Saya ingin menuliskan keluhan-keluhan saya terhadap kaum fasis yang terlalu fanatis terhadap agamanya. Apa sebenarnya yang mereka cari? dengan kelakuan bar-bar ingin mendapatkan iming-iming surga? sungguh tak punya moral. Penafsiran dalam kitab suci pasti berbeda-beda sih, mereka pasti memiliki pandangan yang sangat fasis. haha

Dulu setiap kita mendengar kata Allahuakbar pasti hati rasanya tenang, tapi klo sekarang denger takbir jadi takut apalagi yg bilang org berjenggot pake sorban, baju gamis, jidat item. hahaha mending kabur deh. Mereka itu sok-sok ngarab deh. Pake habib2 segala. hehe

Kasus yang sering saya sayangkan itu waktu bulan ramadhan. Mereka merazia warung2 yg buka pas siang hari. Saya muslim dan tidak stuju apabila "Hormatilah orang yang berpuasa". HEEEII, ngapain orang puasa minta dihormati???. Hormati itu yang gak puasa. Maksud saya itu harus adanya toleransi dalam diri, gak usah gila hormat deh. Orang berpuasa itu harus ikhlas lilahitaala, harus bisa nahan nafsu lahir dan batin. Jadi biarin dong orang yang buka warung di siang hari, mereka itu butuh penghasilan, kita kan harus nahan nafsu, toh mereka pasti menutup warungnya dengan geber supaya gak keliatan dari luar. Tapi kenapa mereka malah ngehancurin warung-warung itu, untuk apa coba??
Yang saya tuliskan diatas adalah salah satu contoh saja.

Saya lebih memandang kalo Pluralisme itu PENTING dan INDAH!! :)

Ini ada salah satu lagu berjudul Puritan dari band HipHop bandung bernama Homicide yang liriknya mewakili keluhan saya ini. berikut adalah Lirik Homicide- Puritan (Godblessed Facists) :

  • Puritan ( Godblessed Facists )


    adalah bagaimana manusia menyebut nama tuhannya : “tebas lehernya dahulu baru beri dia kesempatan untuk bertanya”
    pastikan setiap tema legitimasi agama seperti hak cipta
    supaya dapat kucuci seluruh kesucianmu dengan sperma
    persetan dengan Surga® sejak parameter pahala
    diukur dengan seberapa banyak kepala yang kau pisahkan dengan nyawa
    kini leherku-lah yang membuat golokmu tertawa
    target operasi di antara segudang fasis seperti FBR di Karbala
    karena aku adalah libido amarahmu yang terangsang dalam genangan darah
    selangkangan Shanty jika kau menyebut parang bagian dari dakwah
    melahap dunia menjadi pertandingan sepakbola
    penuh suporter yang siap membunuh jika papan skor tak sesuai selera
    para manusia-unggul warisan Pekan Orientasi Mahasiswa
    paranoia statistika agama, wacana-phobia ala F.A.K
    B-A-K-I-N tak pernah bubar, mewujud dalam nafas kultural
    persis wakil parlemen yang kau coblos dan kau tuntut bubar
    partai bisa ular, belukar liberal
    Gengis Khan mana yang coba definisikan moral
    persetankan argumentasi membakar bara masalah
    dengan kunci pembuka monopoli anti-argumen komprehensi satu bahasa
    instruksi air raksa mereduksi puisi hingga level yang paling fatal
    kehilangan amunisi, sakral adalah ambisi
    wadal modernisasi, program labelisasi Abu Jahal
    distopia yang tak pernah sabar untuk menuai badai aku bersumpah untuk setiap jengkal markas yang kalian anggap layak bongkar
    dan setiap buku yang nampak lebih berguna jika terbakar
    jika setiap hal harus bergerak dalam alurmu yang sakral
    sampai api terakhir pun, neraka bertukar tempat dengan aspal
    batalyon pembenci Gommorah sucikan dunia dengan darah
    menipiskan batas antara kotbah dengan gundukan sampah
    jika membaca Albert Camus menjadi alasan badan-leher terpisah
    lawan api dengan api dan biarkan semua rata dengan tanah
    lubang tai sejarah, memang dunia adalah
    kakus raksasa nikahi bongkah kranium kerdil berpinak ludah
    jika idealisme-mu tawaran untuk mengundang surga mampir
    berikan bendera dan seragammu, kan kubakar sampai arang terakhir
    sratus kali lebih dangkal dari kolom Atang Ruswita
    seribu kali lebih busuk dari tajuk majalah Garda
    untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir diperapian
    tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitamputihkan
    mendukung keagungan layak Heidegger mendukung Nazi
    propaganda basi, wahyu surgawi dengan bau tengik terasi
    jika suci adalah wajib dan perbedaan harus melenyap
    maka jawaban atas wahyu parang dan balok adalah bensin, kain dan botol kecap
    yo, fasis yang baik adalah fasis yang mati
    fasis yang baik adalah fasis yang mati
    fasis yang baik adalah fasis yang mati
    tunggu di ujung jalan yang sama saat kalian mengancam kami

  • Puritan ( Godblessed Facists )


    adalah bagaimana manusia menyebut nama tuhannya : “tebas lehernya dahulu baru beri dia kesempatan untuk bertanya”
    pastikan setiap tema legitimasi agama seperti hak cipta
    supaya dapat kucuci seluruh kesucianmu dengan sperma
    persetan dengan Surga® sejak parameter pahala
    diukur dengan seberapa banyak kepala yang kau pisahkan dengan nyawa
    kini leherku-lah yang membuat golokmu tertawa
    target operasi di antara segudang fasis seperti FBR di Karbala
    karena aku adalah libido amarahmu yang terangsang dalam genangan darah
    selangkangan Shanty jika kau menyebut parang bagian dari dakwah
    melahap dunia menjadi pertandingan sepakbola
    penuh suporter yang siap membunuh jika papan skor tak sesuai selera
    para manusia-unggul warisan Pekan Orientasi Mahasiswa
    paranoia statistika agama, wacana-phobia ala F.A.K
    B-A-K-I-N tak pernah bubar, mewujud dalam nafas kultural
    persis wakil parlemen yang kau coblos dan kau tuntut bubar
    partai bisa ular, belukar liberal
    Gengis Khan mana yang coba definisikan moral
    persetankan argumentasi membakar bara masalah
    dengan kunci pembuka monopoli anti-argumen komprehensi satu bahasa
    instruksi air raksa mereduksi puisi hingga level yang paling fatal
    kehilangan amunisi, sakral adalah ambisi
    wadal modernisasi, program labelisasi Abu Jahal
    distopia yang tak pernah sabar untuk menuai badai aku bersumpah untuk setiap jengkal markas yang kalian anggap layak bongkar
    dan setiap buku yang nampak lebih berguna jika terbakar
    jika setiap hal harus bergerak dalam alurmu yang sakral
    sampai api terakhir pun, neraka bertukar tempat dengan aspal
    batalyon pembenci Gommorah sucikan dunia dengan darah
    menipiskan batas antara kotbah dengan gundukan sampah
    jika membaca Albert Camus menjadi alasan badan-leher terpisah
    lawan api dengan api dan biarkan semua rata dengan tanah
    lubang tai sejarah, memang dunia adalah
    kakus raksasa nikahi bongkah kranium kerdil berpinak ludah
    jika idealisme-mu tawaran untuk mengundang surga mampir
    berikan bendera dan seragammu, kan kubakar sampai arang terakhir
    sratus kali lebih dangkal dari kolom Atang Ruswita
    seribu kali lebih busuk dari tajuk majalah Garda
    untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir diperapian
    tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitamputihkan
    mendukung keagungan layak Heidegger mendukung Nazi
    propaganda basi, wahyu surgawi dengan bau tengik terasi
    jika suci adalah wajib dan perbedaan harus melenyap
    maka jawaban atas wahyu parang dan balok adalah bensin, kain dan botol kecap
    yo, fasis yang baik adalah fasis yang mati
    fasis yang baik adalah fasis yang mati
    fasis yang baik adalah fasis yang mati
    tunggu di ujung jalan yang sama saat kalian mengancam kami
adalah bagaimana manusia menyebut nama tuhannya : “tebas lehernya dahulu baru beri dia kesempatan untuk bertanya”
pastikan setiap tema legitimasi agama seperti hak cipta
supaya dapat kucuci seluruh kesucianmu dengan sperma
persetan dengan Surga® sejak parameter pahala
diukur dengan seberapa banyak kepala yang kau pisahkan dengan nyawa
kini leherku-lah yang membuat golokmu tertawa
target operasi di antara segudang fasis seperti FBR di Karbala
karena aku adalah libido amarahmu yang terangsang dalam genangan darah
selangkangan Shanty jika kau menyebut parang bagian dari dakwah
melahap dunia menjadi pertandingan sepakbola
penuh suporter yang siap membunuh jika papan skor tak sesuai selera
para manusia-unggul warisan Pekan Orientasi Mahasiswa
paranoia statistika agama, wacana-phobia ala F.A.K
B-A-K-I-N tak pernah bubar, mewujud dalam nafas kultural
persis wakil parlemen yang kau coblos dan kau tuntut bubar
partai bisa ular, belukar liberal
Gengis Khan mana yang coba definisikan moral
persetankan argumentasi membakar bara masalah
dengan kunci pembuka monopoli anti-argumen komprehensi satu bahasa
instruksi air raksa mereduksi puisi hingga level yang paling fatal
kehilangan amunisi, sakral adalah ambisi
wadal modernisasi, program labelisasi Abu Jahal
distopia yang tak pernah sabar untuk menuai badai aku bersumpah untuk setiap jengkal markas yang kalian anggap layak bongkar
dan setiap buku yang nampak lebih berguna jika terbakar
jika setiap hal harus bergerak dalam alurmu yang sakral
sampai api terakhir pun, neraka bertukar tempat dengan aspal
batalyon pembenci Gommorah sucikan dunia dengan darah
menipiskan batas antara kotbah dengan gundukan sampah
jika membaca Albert Camus menjadi alasan badan-leher terpisah
lawan api dengan api dan biarkan semua rata dengan tanah
lubang tai sejarah, memang dunia adalah
kakus raksasa nikahi bongkah kranium kerdil berpinak ludah
jika idealisme-mu tawaran untuk mengundang surga mampir
berikan bendera dan seragammu, kan kubakar sampai arang terakhir
sratus kali lebih dangkal dari kolom Atang Ruswita
seribu kali lebih busuk dari tajuk majalah Garda
untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir diperapian
tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitamputihkan
mendukung keagungan layak Heidegger mendukung Nazi
propaganda basi, wahyu surgawi dengan bau tengik terasi
jika suci adalah wajib dan perbedaan harus melenyap
maka jawaban atas wahyu parang dan balok adalah bensin, kain dan botol kecap
yo, fasis yang baik adalah fasis yang mati
fasis yang baik adalah fasis yang mati
fasis yang baik adalah fasis yang mati
tunggu di ujung jalan yang sama saat kalian mengancam kami

adalah bagaimana manusia menyebut nama tuhannya : “tebas lehernya dahulu baru beri dia kesempatan untuk bertanya”
pastikan setiap tema legitimasi agama seperti hak cipta
supaya dapat kucuci seluruh kesucianmu dengan sperma
persetan dengan Surga® sejak parameter pahala
diukur dengan seberapa banyak kepala yang kau pisahkan dengan nyawa
kini leherku-lah yang membuat golokmu tertawa
target operasi di antara segudang fasis seperti FBR di Karbala
karena aku adalah libido amarahmu yang terangsang dalam genangan darah
selangkangan Shanty jika kau menyebut parang bagian dari dakwah
melahap dunia menjadi pertandingan sepakbola
penuh suporter yang siap membunuh jika papan skor tak sesuai selera
para manusia-unggul warisan Pekan Orientasi Mahasiswa
paranoia statistika agama, wacana-phobia ala F.A.K
B-A-K-I-N tak pernah bubar, mewujud dalam nafas kultural
persis wakil parlemen yang kau coblos dan kau tuntut bubar
partai bisa ular, belukar liberal
Gengis Khan mana yang coba definisikan moral
persetankan argumentasi membakar bara masalah
dengan kunci pembuka monopoli anti-argumen komprehensi satu bahasa
instruksi air raksa mereduksi puisi hingga level yang paling fatal
kehilangan amunisi, sakral adalah ambisi
wadal modernisasi, program labelisasi Abu Jahal
distopia yang tak pernah sabar untuk menuai badai aku bersumpah untuk setiap jengkal markas yang kalian anggap layak bongkar
dan setiap buku yang nampak lebih berguna jika terbakar
jika setiap hal harus bergerak dalam alurmu yang sakral
sampai api terakhir pun, neraka bertukar tempat dengan aspal
batalyon pembenci Gommorah sucikan dunia dengan darah
menipiskan batas antara kotbah dengan gundukan sampah
jika membaca Albert Camus menjadi alasan badan-leher terpisah
lawan api dengan api dan biarkan semua rata dengan tanah
lubang tai sejarah, memang dunia adalah
kakus raksasa nikahi bongkah kranium kerdil berpinak ludah
jika idealisme-mu tawaran untuk mengundang surga mampir
berikan bendera dan seragammu, kan kubakar sampai arang terakhir
sratus kali lebih dangkal dari kolom Atang Ruswita
seribu kali lebih busuk dari tajuk majalah Garda
untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir diperapian
tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitamputihkan
mendukung keagungan layak Heidegger mendukung Nazi
propaganda basi, wahyu surgawi dengan bau tengik terasi
jika suci adalah wajib dan perbedaan harus melenyap
maka jawaban atas wahyu parang dan balok adalah bensin, kain dan botol kecap
yo, fasis yang baik adalah fasis yang mati
fasis yang baik adalah fasis yang mati
fasis yang baik adalah fasis yang mati
tunggu di ujung jalan yang sama saat kalian mengancam kami

 
;