Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan
Juni 19, 2014 0 komentar

Sambutanku untuk Bulan Ramadhan


0 komentar

Keputusan pada 9/6

Diriku memang utopia, namun tidak merongrong apapun kepada siapapun. Aku adalah hasil dari segala tindak tanduk kalian. Tak akan ku gantungkan hidupku kepada negara, karena ku bukan tipe orang yang afirmatif. Aku tak merasa lebih keren saat mengambil keputusan ini, aku hanya ingin hidup dengan penuh kejujuran tanpa terprovokasi oleh siapapun. Pada 9/6, aku akan coblos kedua calon tersebut, sehingga hak pilihku tidak disalahgunakan oleh para oknum. 

Keseimbangan suatu negara ketika eksistensi para oposisi masih melekat di setiap warga negara. Keluhan akan selalu ada, namun tanpa ada tendensi apapun. Sikap yang aku pilih sudah sangat matang, siapapun yanag memimpin negara ini saya doakan dapat menjalankan amanat dari para rakyat dengan baik.

Aku sangat cinta negara ini. Aku ingin majukan negara ini. INDONESIA RAYA!!  
1 komentar

Menginjak di Angka 3

Tak terasa, perjalananku dengannya sudah 3 tahun. Hei, kamu yang di sana sedang berjuang untuk sidang skripsi secepatnya, aku di sini masih dengan kesibukanku sehingga tak tersentuh draft skripsiku, maaf. Sudah banyak kata maaf kuucapkan padamu terkait dengan kesibukanku baru-baru ini. Ragaku tak mampu menghampirimu ke sana yang jaraknya kurang lebih 90km, sekali lagi aku minta maaf.

Di balik semua itu, aku bahagia karena kita mampu menjaga hubungan ini sampai 3 tahun dengan banyak lika-liku. Bagiku hubungan ini adalah segala ketulusan dari diri kita masing-masing untuk meraih satu tujuan. Tujuan apa itu? Ya menikah. Berpacaran memberiku banyak pelajaran, pertama kali dan membekas. Oh iya, bicara soal menikah, aku sangat merindukannya, raga dalam jiwaku rasanya ingin membuncah. Aku mau ibadah di masa muda, aku tak mau banyak menunggu. Aku ingin memperoleh banyak pelajaran dari-Nya selama menjalani hidup ini. 

Tulisan ini kubuat hanya karena ingin berdoa pada-Nya, di era di mana penggunaan internet secara masif digunakan untuk berinteraksi dengan siapapun, termasuk Tuhan. Dia yang menentukan jodoh dan aku menganggap jodoh adalah proses kita selama menjalani setiap hubungan. Kata hati harus diikuti, karena yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut-Nya. Do'aku pada-Nya hanya ingin melancarkan hubunganku dengannya, lalu berlanjut di pelaminan, dikaruniai anak-anak yang lucu dan sholeh, diberkahi banyak rejeki, dll, AMIIINN.

Semoga usaha kita menjaga hubungan ini tidak sia-sia. Hai yang lagi bersemangat meraih mimpi-mimpimu, tungguin aku ngelamar kamu yaa! :)
April 19, 2014 2 komentar

Jangan Ikuti Passion, Namun Temukan Passion

Now, passion is a word that is very commercial, the word "passion" very often popping up in the motivation books and the mouth of motivators. Honestly, I did not tell you to follow your passion, but I just want to help you find it, whether it clears or not. When you visit my blog and read this article certainly has a varying purpose, I hope my article can satisfy you all.

Di sini saya hanya ingin menjelaskan saja, entah kalian mau setuju atau tidak dengan tulisan saya ini. Saya tidak ingin menggurui siapapun, saya sendiri adalah remaja 21 tahun yang masih mencari  apa "passion" saya?. Passion dalam Bahasa Indonesia diartikan Renjana. Dalam KBBI, Renjana adalah rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dsb). Tips yang akan saya jabarkan hanya merupakan perspektif yang saya miliki. But wait, why so serious? just relax, fellas. :)

1. Brainstorming
Pikirkan apa yang kamu sangat kamu cintai. Berkacalah pada dirimu sendiri, temukan apa yang menjadi kecintaanmu. Apa yang kamu inginkan? Apa tujuan hidupmu? Apa yang sering kamu lakukan setiap hari? dan banyak lagi pertanyaan yang bisa membuat otakmu memikirkan hal tersebut. Lalu, jika pertanyaan seperti itu masih kurang buat kamu, pertajam lagi pertanyaan itu. Biarkan pikiranmu liar saat memberikan jawaban. Contoh pertanyannya: Apakah ada sesuatu yang saya takuti saat mencoba hal baru karena hal itu dapat mengeluarkan saya dari zona nyaman? Apakah ada sesuatu yang sudah lama saya ingin lakukan tetapi belum dilakukan karena kekhawatiran keuangan? Apakah ada sesuatu yang selalu ingin saya lakukan tetapi belum mencobanya karena saya sudah takut akan gagal atau tidak bakat dalam hal itu?. Jejali pikiranmu dengan pertanyaan-pertanyaan itu, anggap pertanyaan itu adalah teguran dan sindiran buat kamu, lalu kamu harus optimis dan sanggup menjawab pertanyaan itu dengan penuh percaya diri.

Buatlah permainan yang sederhana. Bagaimana caranya? Kamu tulis saja hal-hal baru yang ingin kamu coba, minimal 5 hal, bisa kamu tulis di mana saja sesukamu. Lalu, buatlah rencana untuk benar-benar melakukan hal-hal tersebut secepatnya, bahkan mencoba 1 hal baru bisa sampai 1 tahun, jika kegiatan tersebut lebih rumit.

Jangan terlalu tergantung dengan siapapun atau apapun. Jangan fokus pada masalahnya, tapi fokus untuk menemukan solusi. You should be more creative and positive thinking. Hal baru memang harus dipelajari, tetapi tidak juga harus memerlukan dana yang besar untuk mempelajarinya. Sumber belajar ada di mana saja, jadilah manusia yang pro-aktif. 

2. Jadikan Minatmu lebih Menguntungkan
 Lakukan hobimu setiap saat tanpa beban. Hidupmu akan bahagia apabila bisa memuaskan hasrat duniawi, contohnya adalah berhobi. Hobi memiliki dampak yang negatif jika terlalu berlebihan, namun akan berdampak baik jika kamu realistis dalam berhobi. Hobimu bisa apa saja, menggambar, nge-game, sepak bola, lari, bersepeda, dan lain-lain. Jika hobimu belum bisa menghasilkan uang, maka carilah celah untuk menemukannya, kita harus percaya kalau kita dapat memecahkan segala masalah. 

Hidupkan kembali renjana, cita-cita, dan hobi di masa kecilmu. Mungkin rutinitas sekarang ini sudah membuatmu jenuh. Mem-bocah mungkin bisa dijadikan solusi tapi intinya jangan sampai kebablasan. Ketika kalian menekuni suatu sebaiknya jangan setengah-setengah, lakukan dengan bahagia dan kreatif.

Janganlah menjadi orang lemah, selalu percaya diri (pemberani) dan tidak pantang menyerah, karena tidak ada orang bodoh di dunia ini. Kamu bisa melakukan apapun sesukamu dan jangan takut gagal. Kegagalan bukan akhir dari segalanya, selalu berpikir positif dan realistis.

Terkadang kamu juga bisa menggunakan pendekatan pragmatis terhadap hobi atau ketertarikanmu pada suatu hal. Contohnya, kamu ingin menjadi atlet Olimpiade, namun umurmu sudah menginjak 25 tahun, sehingga kamu sulit untuk menjadi atlet. Tapi, jika kamu sangat memiliki renjana/passion  di bidang atletik, lihatlah diri kamu sendiri bagaimana mewujudkannya dengan cara atau perspektif yang lain, seperti menjadi trainer, coach, atau mengembangkan diri di gym agar nantinya bisa menjadi instruktur gym.

Kombinasikan talenta dan bakatmu. Jika kamu suka nge-band, membaca, dan menulis, maka kamu bisa saja menjadi jurnalis majalah musik atau membuat buku tentang trik-trik dalam membentuk band yang kompak. Banyak sekali celah untuk kalian lakukan agar hobimu memberikan keuntungan berupa materi buat kamu.

3. Mencoba Hal-hal yang Baru
Eksplorasi kemampuan artistikmu, karena seni ada banyak sekali dan sangat seru jika kamu mempelajari tentang seni. Lagi-lagi jangan sampai kamu takut mencobanya, mungkin saja kamu memiliki sisi artistik yang sangat indah dalam dirimu tanpa menyadarinya. Anda dapat mencoba memainkan alat musik (gitar, piano, flute, bass, drum, harmonika, gendang, rebana, dll), melukis/menggambar (buat komik, mural, grafitti, dll), menulis (cerpen, skenario, storyboard, puisi, novel, dll), akting (teater), menyanyi (grup vokal, vokalis band, boy band, girl band, dll), memahat, merancang pakaian, dan beberapa hal.

Berpergian/travelling/backpacker/melancong dapat menjadi cara yang brilian bagi kamu untuk menemukan hal baru. Berkelana ke suatu tempat memang membutuhkan dana yang cukup, sehingga kalian harus benar-benar menggunakan dana tersebut untuk ke tempat yang benar-benar baru dan sangat kamu idamkan sekian lama. Ketika liburan ke suatu tempat, lihat cara hidup orang-orang di tempat tersebut, cara bersosial, tata kota, dan lain-lain. Jadi, kamu liburan sekaligu berobservasi, namun dengan cara yang bahagia. Sering mengambil foto saat berpergian ke suatu tempat, mungkin passion baru kamu adalah fotografi. Carilah inspirasi di tempat yang sedang kamu injak, gunakan sekitarmu untuk menemukan passion baru kamu.

Jadilah relawan/volunteer di masayarakat sekitar. Relawan memang tidak ada yang mendanai, namun dengan menjadi relawan akan membuatmu lebih peka dan peduli terhadap orang lain, alam, dan sebagainya. Contohnya, Jika kamu membantu membersihkan taman, kamu dapat menemukan passion baru untuk berkebun. Jika kamu membantu orang belajar membaca, kamu dapat mengembangkan semangat itu untuk mengajar. Jika kamu bekerja di tempat penampungan tunawisma, kamu dapat mengembangkan cinta itu untuk membantu orang yang membutuhkan. Jika Anda mengambil peran kepemimpinan dalam acara sukarela, seperti mengatur anggota di dalam komunitasmu, maka kamu mungkin menemukan passion untuk kepemimpinan. Komunitas apapun pasti ada yang memiliki dampak positif dan negatif, pilahlah sebaik mungkin dalam memilih komunitas, jangan asal ikut-ikutan saja.

Cobalah hobi-hobi baru yang seru, banyak sekali hobi yang bisa kamu lakukan. Carilah hobi yang membuatmu nyaman dan senang. Ada banyak contoh hobi yang bisa menguntungkan buat kamu kelak, seperti hobi mempelajari bahasa-bahasa asing yang baru (Jepang, Mandarin, Prancis, Inggris, Jerman, dll) dapat menjadi portofolio buat CV anda atau menjadi translator, hobi memasak dapat menjadikan anda koki atau membuat rumah makan/restoran, dan lain-lain. Pada dasarnya semua hobi dapat menghasilkan materi jika kalian tekun dan tidak mudah menyerah. Jangan selalu mengeluh, internet menjawab semua keluhanmu, kamu bisa belajar dari google atau youtube 

Cobalah olahraga-olahraga yang baru. Mungkin kamu tidak tahu ada bakat terpendam dalam seni bela diri, karena kamu belum pernah mencobanya. Ada banyak sekali olahraga yang bisa kamu tekuni, seperti yoga, dansa, berenang, panahan, lari, bela diri, bowling, baseball, tennis, golf, voli, sepak bola, badminton, dan lain-lain. Olahraga modern juga banyak, seperti bermain skateboard, longboard, sepatu roda, bmx, dan lain-lain

Cobalah hal-hal baru dengan bantuan orang lain yang sudah mahir di bidang tersebut. Bantuan orang lain dapat ditemukan di dalam keluarga, teman sekolah, teman ngopi, teman di dalam komunitas. Jadi, perbanyaklah teman-temanmu, tapi juga harus selektif ketika bergaul dengan banyak orang. Selektif yang saya maksud bukan membeda-bedakan antar teman, tapi kamu sendiri yang harus mengendalikan diri dalam pergaulan, misal ada teman yang suka pakai narkoba, kamu tidak perlu ikut pakai juga dan tidak menjauhi temanmu itu. Ketika passion-mu yang baru itu muncul dan kalian punya teman yang sudah bergelut di passion tersebut sejak lama itu dapat menjadi inspirasi buat kamu. Jaga hubungan baik dengan semua teman-temanmu, kamu bisa knowledge sharing, curhat, dan sebagainya. Setelah itu yang kalian perlu ingat adalah jangan pelit dalam berbagi ilmu dengan orang lain.

Mulailah keluar dari ZONA NYAMAN, temukan passion-mu sendiri dengan usahamu sendiri. Jika, kalian terpaku dengan hal-hal yang membuatmu nyaman sekali akan memiliki dampak yang kurang baik. Cara keluar dari zona nyaman adalah dengan cara mengganti rutinitas kamu sehari-hari dengan hal-hal yang baru. Passion tidak untuk kamu ikuti, namun passion adalah sesuatu hal yang kamu bentuk dan akhirnya kamu bahagia melakukannya. Jangan buru-buru berasumsi aktivitasmu yang sekarang sebagai passion-mu, karena belum tentu asumsimu sepenuhnya benar. Carilah hal-hal baru yang nggak kamu banget pokoknya, mungkin saja kamu memiliki bakat terpendam di hal baru tersebut. You should try new things in your life often!!

After you read this article, you don't think I've been superb and have found my passion. This article also I used to encourage myself. I still grew up to find my passion and the meaning of life in this world. Why am I write this article on my blog? Because, I just wanted to share with you guys. Hopefully when you or me open up this article one day has become a successful person and have truly found your passion respectively.

Warm Regards,

Bhagas Dani Purwoko (@BhagasDani)
April 16, 2014 2 komentar

Dari John Locke Hingga Nirvana

Ahh.. Akhirnya setelah sebulan tidak mengisi blog dengan tulisan-tulisan yang aneh versi saya. Walaupun tak ada yang mengunjungi blog saya, tapi masih saja saya eksis nulis. Biarin, nanti kalian juga akan tahu kalau saya memang aneh.

Dalam kehidupan yang fana ini, kenapa ya semua orang selalu "mosi tidak percaya" dengan semua orang. Apalagi para pengamat, analis, komentator. Saya heran pada saat skripsi seperti sekarang, kenapa dosen menuntut saya untuk mencari referensi sebanyak-banyaknya? Padahal saya punya cara pandang dan berpikir dengan akal yang saya miliki. Saat maju seminar dosen saya mengomentari dengan kalimat,"kamu dapat referensi dari mana? dasarmu apa?" Memangnya tidak boleh menelurkan pemikiran-pemikiran asli kita ke dalam skripsi kita sendiri? Kenapa? Lalu, pada saat awal ada yang namannya seorang ahli, mereka tahu dari mana? dasar mereka apa? dari kitab kah? wahyu kah? pengalaman kah? Kita semua tidak ada yang tahu. Tapi, para dosen membatasi pikiran saya untuk menulis apa yang saya pikir, lihat, dan lakukan. Bagaimana seorang John Locke bisa menemukan teori Tabula Rasa? Padahal teori tersebut sangat alamiah dalam kehidupan. Kita pasti semua tahu teori Tabula Rasa, di KBBI pun masuk kata tersebut. Tabula Rasa merupakan teori yang menyatakan setiap individu yang lahir seperti kertas putih/jiwa yang suci (baik dan buruk dipengaruhi oleh lingkungannya). Nah, semua orang juga tahu kan? Terus kok bisa John Locke menamai teori tersebut Tabula Rasa. Jangan tanyakan ke saya, tanya saja ke rumput yang bergoyang. Masih banyak lagi teori-teori dari para ahli, tapi saya malas menjabarkannya di sini.  Mereka enak banget ketika lahir diberi kebebasan berpikir sampai dapat menciptakan sebuah teori tanpa harus ditanya "referensimu dari mana? dasarmu apa? ahlinya siapa? penelitian terdahulu milik siapa?", hmmm.. hidup sekarang ini terasa ada banyak pseudo-despot berkeliaran yang ingin membatasi ruang berpikir saya. Bisa jadi kenapa saya jarang nulis di blog karena ada hal-hal tadi yang menggelantungi pikiran saya. Rata-rata mereka yang rajin menulis, selalu ada kutipan keren yang mendasari. Terkadang ada tulisan yang memiliki metafora yang indah, terkadang juga ada tulisan yang berbentuk rima hingga dapat membuat pembacanya menyeringai. Nah, kalau saya  tak ada referensi dan tak ada mood, saya malas menulis. Saya juga suka membaca, masalahnya moody dan picky.


Lanjut nih ke alinea ke-2? Masih mau baca kan? Oke, makasih. Sekarang dalam bermusik, pasti kalau kalian anak band, musisi, penyanyi, dan sebagainya pasti pernah ditanya,"influence-mu siapa? band apa?". Kenapa harus begitu ya? Para pendahulu pertama kali bisa menciptakan nada, lalu pas bermusik influence-nya siapa ya? Aneh kan? Saya saja juga bingung dengan hal itu. Makanya saya mau mengajak kalian untuk ikut bingung ketika membaca tulisan saya ini. Dalam musik juga ada alirannya setali tiga uang dengan menulis, aliran musik yang populer ada rock, blues, jazz, pop, ska, funk, metal, dan lain-lain. Setelah munculnya aliran-aliran musik yang populer itu, kenapa muncul sub-sub genre? Bikin bingung lagi kan? Siapa lagi yang nemuin dan nyiptain sub-sub genre itu? Dunia ini memang dipenuhi oleh teka-teki kalau kita terlalu memikirkan hal-hal kecil, seperti yang saya lakukan sekarang ini. Sub-genre yang fenomenal menurut saya adalah kemunculannya sub-genre dari Alternative Rock yang bernama aliran musik Grunge. Padahal setahu saya Alternative Rock itu sub-genre dari Rock, eh ini jadi sub-genre lagi, jadi makin pusing kepala saya. Musik Grunge dipopulerkan oleh Nirvana dan Pearl Jam, kalian pasti juga sudah tahu. Bagaimana menurutmu? Mereka punya influence menurutmu? Saya pun tak tahu hal itu. Seiring berjalannya waktu bermunculan para pengamat musik, mereka bisa menafsirkan band ini beraliran apa dan influence-nya siapa. Padahal menurut saya yang tahu aliran musik sebuah band ya personil band itu sendiri. Intinya, saya risih kalau bermusik ditanya ini itu oleh seseorang.


Masih banyak sebenarnya yang masih saya risaukan. Namun, apa daya, saya kasihan sama kalian yang capek-capek membaca tulisan yang absurd ini. Saya tidak memberi solusi dan jawaban di tulisan ini, saya hanya mengungkapkan curahan hati dan pikiran saya saja. Mohon maaf kalau mengganggu waktu kalian. Saya tak bisa menggantikan menit demi menit yang kalian buang untuk membaca tulisan ini. Jadi, sampai di sini saja ya tulisan saya. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada kalian yang berkenan untuk mengunjungi dan membaca. Tulisan ini pakai EYD lho, saya ingin jadi purist sepertinya. Hahahahahahaha :)


Warm Regards,


Bhagas Dani Purwoko (@BhagasDani
November 13, 2012 0 komentar

Mari Kritik-kritik Isi Kotak Audiovisual di Indonesia



            Di Indonesia mayoritas pasti punya yang namanya televisi yaa? Hiburan paling murah di era sekarang dan semua lapisan dapat terhibur oleh acaranya. Banyak sekali kok yang betah banget nonton tv sampe berjam-jam gak bosen. Padahal menurut saya acara tv lokal dikit banget yang mendidik, rata-rata mereka buat acara Cuma ngejar rating sehingga dapet sponsor yang banyak banget kalo udah gak laku yasudah. Sebenarnya visi dan misi mereka bergelut di bidang hiburan yang khususnya di televisi itu apa ya? Yang penting untung banyak dapet duit, udah deh. Derita loe kalo gak suka. Gitu ya? Kasian banget kan orang sini dijejali hal-hal yang gak penting tiap hari hanya karena kepentingan salah satu pihak yang ingin untung sendiri.
Oya, Budaya “LATAH” di sini udah akut banget lho. Entah dari golongan apa aja yang ada disini, latah yang saya maksud bukan penyakit yang kaget terus ngomong jorok. Tetapi kebiasaan orang-orang sini yang suka niru sesuatu yang udah sukses lalu buat hal yang sama hanya dengan nama yang baru. Hal itu udah terlihat banget di acara-acara tv lokal kita. Tiap hari selalu nonton acara musik yang gak jelas dengan banyak penonton bayaran. Kenapa harus disinarin tiap hariii?? 2x seminggu gak bisa? Niatnya promosi musik-musik di Indonesia, tapi Cuma jadi ajang tempat musisi dadakan yang menganggap kadar kesuksesan itu kalau kita udah masuk/tampil di tv. banyak persoalan sih kalo ngebahas acara musik pagi siang sore itu. Bukti latahnya kan hampir seluruh stasiun tv bikin acara musik yang rutin tiap hari dan punya penonton bayaran. Eksploitasi musik sudah sangat tidak sehat, hanya itu-itu saja musisi yang muncul di tv. emangnya Cuma itu doang musiknya orang Indonesia? Nggak kak, makanya mereka yang punya acara musik itu gak tau apa-apa. Persoalan yang paling aneh lagi karena imbas dari acara musik yang rutin tiap hari adalah banyak bermunculan groupies gak jelas. Seolah-olah anak muda sekarang ini sulit banget nyari pegangan untuk hidup mereka dan Cuma bisa ngefans dengan salah satu musisi doang. Gila!!! Sialnya acara musik yang gak mutu kok umurnya bisa panjang banget. Acara musik yang bermutu kayak radioshow Cuma bentar ngehiasi acara tv kita. Nyebelin banget pokoknya!!
Sampe saat ini saya pengen tau kerjaannya KPI itu apa sih??? Tau artinya mutu dan gak mutu?? Taunya kalo udah diprotes?? Kampret emang tuh KPI!!, saya jadi pesimis kalau udah punya anak kelak acara tvnya masih kayak sekarang. Mending pake tv berbayar sekalian, jadi liat tv orang asing. Huh! Mau gimana lagi dong, masak ntar anak-anak kita dijejali sama acara gak mutu yang Cuma pengen untung sendiri. Secara gak langsung televisi dengan acara tv lokal adalah hiburan untuk kalangan menengah ke bawah, yang penting ada gambar dan suaranya deh. Saya juga heran dengan ibu saya yang gak pernah bosen liat sinetron. Ketika saya tanya ke ibu,”bu, gak bosen liat sinetron terus? Kadang juga udah bisa nebak alurnya gitu”. Ibu saya jawab nyantai,”bosen gak bosen sih gas, trus mau liat apalagi dong? Yang ada Cuma ini buat hiburan. Hehe”. Kalimat trus mau liat apalagi dong? Harus di garis bawahi tuh. Mayoritas juga sih soalnya kalo ibu-ibu emang demen banget liat sinetron sampe kapanpun. Jadi, tv mau ngilangin acara sinetron itu berat banget. Alur dari semua sinetron di Indonesia lho sama semua, Cuma beda pemain dan judulnya. Settingnya pasti ada rumah sakit, kantor polisi, penjara, dan rumah makan. Penyakit amnesia udah jadi trend di sinetron Indonesia. Nyari rating trus dengan bumbu-bumbu mujarab biar episode sampe ribuan. Ada aja caranya biar penonton penasaran dan pengen nonton besoknya lagi dan seterusnya. Pesan-pesan moral yang mereka sampaikan gak ada mutunya sama sekali, hanya menjual kata “cinta” di dalamnya. Haruskah anak kecil diberi hiburan seperti itu? KPI sakit jiwa banget kan!! Hampir semuanya punya acara sinetron, budaya nonton sinetron gak sehat banget..
Acara berita yang selalu di muat televisi terkadang selalu melakukan bored up, mereka membahas suatu hal yang lagi hits secara berulang-ulang dan sialnya yang dimuat berulang-ulang adalah berita buruk banget. Coba deh, pernah gak berita nayangin prestasi-prestasi anak bangsa di televisi sampe berulang-ulang? Palingan yang diputer terus-terusan itu kebejatan para wakil rakyat yang gak tau malu. Berita yang kadarnya serius aja pada sama semua gitu kok. Imbasnya ya ke yang lain.
Trus apa dong yang baik dari acara tv lokal? Ya pikiran dan pilah-pilah aja sendiri. Saya pengen ngeritik doang kok, hahaha. Saya mohon aja agar para orang yang bertugas di KPI dapet milih acara yang emang bermutu banget untuk rakyatnya, biar kita tau bukti jelasnya kinerja mereka di belakang layar. Kalian sendiri deh yang bijak dalam memilih acara televisi sekarang. Untuk mencari sumber informasi jangan hanya lewat televisi, masih banyak kok sumber-sumber dari media elektronik lain. Jadi, jangan bingung ata banyak protes dengan acara-acara tv saat ini. mereka yang buat acara tv gak salah kok, yang salah tuh orang-orang yang masih mau liat tv sambil ngomel-ngomel gara-gara acara tv gak ada yang bagus. Eeheheheeehe
November 02, 2012 0 komentar

Pembentukan Karakter Guru Yang Tidak Tendensial



PEMBENTUKAN KARAKTER GURU YANG TIDAK TENDENSIAL

Oke, setelah saya membaca kuis yang diadakan oleh Indonesia Berkibar, saya langsung tertarik dengan tawaran lomba blog yang diadakan oleh @IDBerkibar dengan tema “Guruku Pahlawanku”. Saya akan menuliskan pengalaman dan kegundahan saya yang terpaksa kuliah di bidang pendidikan karena orang tua tergiur dengan sertifikasi untuk guru. Guru merupakan profesi yang sangat mulia, namun banyak guru yang hanya mengharapkan gajinya. Sehingga, kalimat “guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa” ini sudah luntur maknanya. Mereka tidak pernah mendidik peserta didik dengan baik, mereka hanya bisa mengajar dengan datar. Beberapa guru yang sudah diangkat menjadi guru tetap seringkali menyepelekan tugas dan tanggung jawabnya karena sudah mendapat gaji pokok yang tetap. Oleh, karena itu saya sebagai seorang Mahasiswa Universitas Negeri Malang di jurusan Administrasi Pendidikan merasa ironis sekali melihat fenomena-fenomena yang sudah tidak tabu lagi. Pembentukan mental dan karakter harus dilakukan agar para guru tersebut tidak tendensial melaksanakan tugas-tugasnya. Semua guru sekarang berlomba-lomba mengejar sertifikasi dari pemerintah untuk menambah penghasilan, seharusnya dengan adanya sertifikasi itu berbanding lurus dengan kualitas mengajar para guru tersebut, tetapi hasilnya hanya beberapa persen dan tidak maksimal.
Ada lagi fenomena yang sudah tidak asing di kalangan perguruan tinggi adalah banyak sekali dosen yang berlomba-lomba ingin menjadi guru besar. Dosen-dosen tersebut ingin sekali instant dalam mendapatkan gelar guru besar, mereka membuat dan menerbitkan buku hanya sebagai syarat dengan hanya mencetak 10 eksemplar tanpa dijual ke umum. Fenomena-fenomena tadi memang benar-benar terjadi di dalam dunia pendidikan negara Indonesia. Negara Indonesia harusnya banyak meniru negara Finlandia yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Perkembangan dunia pendidikan negara ini jangan sampai ke arah yang lebih buruk, seluruh warga negara harus melakukan kerja sama yang baik untuk membangun sistem pendidikan yang baik juga. Apabila sistem pendidikan di Indonesia membaik pasti akan berbanding lurus pengaruhnya terhadap karakter dan mental warga Indonesia. Pendidik atau guru di Indonesia terlalu dimanjakan oleh pemerintah, sehingga menyebabkan mentalnya tidak kompetitif.   
Terdapat beberapa fenomena organisasional yang dapat dikategorikan sebagai gejala pemicu munculnya kebutuhan pelatihan dan pengembangan untuk guru-guru di Indonesia. Tidak tercapainya standar pencapaian kerja, guru tidak mampu melaksanakan tugasnya, guru tidak produktif, tingkat penjualan menurun, tingkat keuntungan menurun adalah beberapa contoh gelaja-gejala yang umum terjadi dalam dunia pendidikan.
Gejala yang ditimbulkan oleh kondisi tersebut mencontohkan terdapat tujuh gejala utama dalam dunia pendidikan yang membutuhkan penanganan yaitu :
1. Low productivity; Produktivitas rendah
2. High absenteeism; Ketidakhadiran yang tinggi
3. High turnover; Omset (perolehan/pemasukan kotor/bruto, belum dikurangi biaya operasional atw pengeluaran yg berhubungan dg "urusan" tersebut, untuk setiap periode tertentu) tinggi
4. Low employee morale; Rendah semangat kerja guru
5. High grievances; Tinggi keluhan
6. Strike; Pemogokan
7. Low profitability. Profitabilitas (kemampuan kemungkinan untuk mendatangkan keuntungan) yang rendah
Ketujuh gejala tersebut sangat umum dijumpai dalam dunia pendidikan yang dapat disebabkan oleh setidaknya tiga faktor yang meliputi : kegagalan dalam memotivasi guru, kegagalan dunia pendidikan dalam memberi sarana dan kesempatan yang tepat bagi guru dalam melaksanakan pekerjaannya, kegagalan dunia pendidikan memberi pelatihan dan pengembangan secara efektif kepada guru.
Daritadi saya membeberkan beberapa keburukan sistem pendidikan dan kinerja para pendidik. Itu bukan berarti saya sangat skeptis dengan pendidikan negara Indonesia. Saya masih memiliki keyakinan negara ini akan terus berkembang menuju ke arah yang lebih baik terutama dalam dunia pendidikan. Disamping itu masih banyak sekali guru-guru yang memiliki kompentensi yang sangat mumpuni dan sangat berintegritas melaksanakan tugas-tugasnya. Pahlawan-pahlawan yang berprofesi sebagai guru di Indonesia juga tidak sedikit. Pak Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina) juga telah membuat sebuah terobosan dalam dunia pendidikan untuk yang sulit mendapatkan akses karena merupakan daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Terobosan tersebut diberi nama program Indonesia Mengajar. Program ini adalah mengirim para pengajar-pengajar muda untuk melaksanakan tugas mulia sebagai guru di desa-desa tertinggal di seluruh Indonesia. Program Indonesia Mengajar memiliki slogan yang sangat memberi semangat, slogannya adalah “Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi”. Dari tahun ke tahun pendaftar Indonesia Mengajar terus bertambah banyak, jadi dapat disimpulkan masih banyak sekali guru yang memiliki jiwa-jiwa sosial yang tinggi dan mau bergerak di program ini. Mereka dicetak untuk menjadi Role Model bagi siswa-siswanya yang diajar serta dapat memberikan inspirasi terhadap siswa-siswa yang berada di desa tertinggal. Para pengajar muda yang memiliki semangat membara untuk memperbaiki sistem pendidikan negara ini harus diberikan apresiasi yang setimpal, merekalah para pahlawan di Indonesia yang siap membentuk bibit-bibit yang berkualitas kelak dan mampu bersaing di kancah internasional. Semoga julukan pahlawan tanpa tanda jasa akan terus melekat di setiap hati nurani para pengajar di negara Indonesia ini. Sekian tulisan dari saya, kalau ada yang kurang berkenan saya mohon maaf. :) :)

-Bhagas Dani Purwoko-


  
Juli 31, 2012 0 komentar

If you’re Exclusive, It’s Not My business

If you’re Exclusive, It’s Not My business

Any belief that you believe
there to the rituals that must be implemented.
Why did you do the ritual?
Fear of hellfire and look forward to the beauty of heaven
 as bad as doing something but expect a gift.

God does not need defending.
God will never punish his servant.
God never forces us to perform the ritual.
We are emanations from God.

Be a whole person in the world.
We are born to die.
We eat and drink only to postpone death.
Do not ever feel most true to your beliefs.
Tolerance is important, not the majority and minority.


Religion on sale everywhere.
swear to god just to waste.
felt like vomiting every time I see people calling for morality.
they justify the blood of all those who thought astray.
they try to be god in this country

killing in the name of religion is barbaric.
heaven that you desire is just a lie.
a pseudo-democracy in this country is clearly visible.
when will this decline will end? let us achieve a better life for all people.
0 komentar

Manusia Kini


Manusia Kini


Demi apapun yang kita sumpahkan
Kita terlahir sebagai manusia yang sempurna
Kita diciptakan di bumi untuk belajar bersujud
Malaikat tunduk kepada manusia bukan berarti berlaku layaknya binatang atau iblis
Derajat yang tinggi hanya membuat lalai hati dan akal
Dominasi dalam diri dan di dunia tidak mengalami sinkronisasi
Manusia sudah buta saat ini
Kesemuan terlihat jelas dalam dunia yang fana
Kenyataan menjadi bisu karena banyak simbol-simbol kenistaan berujung neraka entah surga
Setiap saat bisikan jahat selalu hinggap dalam dada manusia
Kejahatan tak selamanya dibisikkan oleh golongan iblis
Tetapi saudara-saudara sendiri sesama manusia bisa senantiasa menjadi saling bermusuhan
Hingga pada akhirnya, semua manusia kacau balau dalam kebimbangan
Tak ada solusi maupun amunisi yang menjadi ilusi
Perlindungan seharusnya bisa manusia dapatkan
Tetapi manusia bimbang mencari perlindungan
 
;