Semua terlihat biasa saja dewasa ini di negaraku Indonesia. Pemerkosaan, pembunuhan, teroris, korupsi, suap, judi, prostitusi, dan lain lain hanya menjadi tontonan di layar televisi, lalu rata-rata masyarakat menggunakan berita sebagai keluhan-keluhan tanpa aksi. Terutama golongan muda yang sebagian besar mereka apatis dan skeptis dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Jika kalian diam saja dan mengeluh apakah akan ada perubahan di negara ini?. Di negara ini cuma dibedakan menjadi 2 yaitu eksekutor dan komentator. Si eksekutor merasa paling punya hak prerogatif, sedangakan si komentator cuma modal omong doang tanpa melakukan apa-apa.
RUMAH SAKIT BRENGSEK
APARAT KEPARAT
HUKUM LEMBAH HITAM
Tulisan di atas merupakan seruan dari golongan anak punk, mereka menyerukan tulisan tersebut dalam bentuk lagu/musik. Di Indonesia tidak ada pilihan hidup dengan keadilan, karena keadilan hanya di dapat
oleh para kapital dan korporat. Menurut saya negara kita bukan negara demokrasi, melainkan "pseudodemokrasi" (seolah-olah demokrasi, namun tidak).
Apalagi sih keluhan para anak muda di negara ini? Mereka lantang saat mengeluh (demo), tapi attitude mereka sehari-hari jauh dari kata teladan, ya sama sajalah. Banyak juga anak muda dan banyak orang yang sangat antipati dengan dunia politik, mereka sangat apatis dan skeptis dengan dunia politik di negara ini.
Ayolah kita harus menyadari, jika kita menginginkan perubahan yag lebih baik di negara ini, maka kita juga harus beraksi turun tangan langsung demi Indonesia menjadi negara yang terbaik. Negara Indonesia sangat butuh peran anak muda, regenerasi terus berlangsung. Lihatlah sejarah kemerdekaan negara ini, peran anak muda sangatlah besar. Jangan bikin malu kepada pahlawan-pahlawan dan leluhur-leluhur kita yang sudah berjuang mati-matian untuk memerdekakan anak cucunya.
Saya tidak sok menceramahi kalian, namun saya juga kurang lebih sama seperti kalian yang skeptis dan apatis, tapi saya berusaha terus untuk melakukan sesuatu hal baik untuk negara ini walaupun itu hanya kegiatan dalam skala kecil. Oleh karena itu, ketika saya mendengar pak Anies Baswedan ikut konvensi Partai Demokrat untuk jadi bakal calon presiden 2014-2019, saya langsung semangat mendukungnya. Maka dari itu ketika mendengar pergerakan yang bernama Turun Tangan, saya tidak pikir panjang untuk ikut pergerakan itu. Saya ikut Turun Tangan tidak ada pengaruh dari siapapun, saya murni tahu track record pak Anies Baswedan yang sangat kredibel untuk memimpin negara Indonesia. Saya tidak punya alasan untuk tidak mendukung pak Anies Baswedan, karena beliau sudah menginspirasi banyak orang di Indonesia.
"SAYA TIDAK DIBAYAR SEPESERPUN OLEH ANIES BASWEDAN, SAYA TULUS MENJADI RELAWAN TURUN TANGAN DEMI KEADAAN KEADAAN SOSIAL POLITIK DI INDONESIA YANG LEBIH SEHAT"
Warm Regards,
Bhagas Dani Purwoko
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Desember 27, 2013
Anies Baswedan,
Gerakan Sosial,
Indonesia,
Konvensi Partai Demokrat,
Politik,
Presiden,
Relawan,
Sosial
0
komentar
Demi Indonesia
Desember 26, 2013
#Kuran666er,
#Kuran666RED,
Indonesia,
JKT48,
Laksani Sword,
Melody JKT48,
Melody Nurramdhani Laksani,
Rangga Pranendra,
Super Sentai,
Wota,
Wota Sentai
0
komentar
Sketch #Kuran666RED Dari #Kuran666er
![]() |
| #Kuran666RED a.k.a Rangga Pranendra |
Weapon: Laksani Sword
Oshi: Melody Nurramdhani Laksani (Melody JKT48)
Wota Sentai: #Kuran666RED
#Kuran666er ini merupakan Super Sentai yang diplesetkan jadi "Wota Sentai". Wota adalah fans yang sangat loyal kepada idolanya, rerata mereka yang menyebut dirinya wota adalah fans dari Idol Group JKT48. Wota Sentai #Kuran666er ini akan melindungi member JKT48 dari serangan para musuh-musuh (belum tau sih musuhnya ntar kayak apa). Saya bukan wota, sumpah deh. Saya cuma tertarik mengamati fenomena-fenomena yang sedang deras diperbincangkan di linimasa twitter saya. Sukses terussss #Kuran666er
Untuk info-info lebih lengkap tentang #Kuran666er:
Soundcloud Kuran666er
Twitter Kuran666er
Member Wota Sentai #Kuran666er:
Rangga Pranedra (#Kuran666RED)
Rendy Yusuf (#Kuran666YELLOW)
Taufiq Sutjahjono (#Kuran666BLACK)
Bintang Rafdi (#Kuran666BLUE)
#Kuran666GREEN belum ada
Warm Regards,
Bhagas Dani Purwoko
Desember 25, 2013
#NusantaRanger,
Indonesia,
Jawa,
Onggo Inggi,
Urban Legend
3
komentar
Monster #NusantaRanger: Onggo Inggi
Saya memilih Onggo Inggi, semoga bisa menjadi monster yang akan dikalahka oleh para #NusantaRanger. Onggo Inggi ini mempunyai beberapa kekuatan. Onggo inggi dapat berubah wujud menjadi wanita cantik, mata onggo inggi bisa menghipnotis musuh-musuhnya, rambut-rambut onggo inggi bisa regenerasi, bisa melilit musuh sampai remuk dan bisa menyengat musuh-musuhnya. Kelemahan Onggo Inggi apabila dia dibawa di daratan, pergerakan dia tidak leluasa dan #NusantaRanger harus meremukkan kepalanya.
Jadi, nanti pertarungan #NusantaRanger ada di dalam sungai. Untuk seterusnya, sepertinya tim kalau berkenan memakai Onggo Inggi sebagai monster, ceritanya pasti lebih seru. Ini cuma iseng-iseng kok, jadi rugi aja kalo gak di share, walaupun nominasi pemilihan monster sudah diumumkan bulan-bulan lalu. Sukses #NusantaRanger :)
Warm Regards,
#NusantaRanger,
Dairanger,
Indonesia,
Komik,
Power Rangers,
Super Sentai,
Zyuranger
0
komentar
God Bless #NUSANTARANGER
Tau #NusantaRanger ya dari Shani Budi. Tau Shani Budi ya dari Pandji Pragiwaksono. Karena dulu sering baca komik strip milik @kolamkomik yang terbit tiap rabu nama komiknya Degalings. Pertama-tama saat hashtag #NusantaRanger beredar, saya kira hanya iseng-iseng saja, eh ternyata akan diwujudkan secepat ini. Saya sudah bisa membayangkan mau dibawa kemana #NusantaRanger ini dengan adanya official webnya nusantaranger.com.
Masa kecil saya suka sekali nonton power rangers yang dari Amerika, sama sekali nggak ngikuti super sentai yang dari Jepang kayak Zyuranger, Dairanger, dll karena gak masuk tv pas masa kecil saya. Lalu, pas ada Bima Satria Garuda di tv itu bikin semangat lagi, karena anak kecil di Indonesia punya ksatria baru. Namun, sepertinya tim BSG belum begitu matang untuk menggarapnya, jauh dari ekspektasi saya. Pertama kali munculnya BSG di tv inilah Shani Budi berinisiatif membuat super sentai #NusantaRanger.
Perkiraan saya saat semua membicarakan #NusantaRanger di twitter itu akan dijadikan web series atau tv show, ternyata tim #NusantaRanger belum sanggup mewujudkannya untuk versi audio visual, alhasil mereka akan membuatnya dalam versi komik. Saya tidak kecewa, karena memang butuh dana dan sponsor untuk mewujudkannya. Ini bukan proyek main-main lagi menurut saya, ini dibuat melalui riset yang sangat mendalam terhadap apapun yang terhampar di "Nusantara". Saya melihatnya proyek ini tidak buru-buru asal jadi dan dapat untung, tapi proyek ini dibuat dengan baik oleh tim agar dapat memuaskan banyak orang terutama anak-anak kecil bangsa ini, walaupun pasti ada aja orang yang komennya gak enak dibaca dan sok.
Saya sudah gak sabar menunggu komik dari #NusantaRanger, karena saya mengikuti power rangers cuma sampe Power Rangers S.P.D, namun yang paling ngena ceritannya cuma Power Rangers Mighty Morphin. hehehe. Saya berharap ada banyak konflik-konflik di ceritanya yang seru. Ada cerita tentang perjuangan Nusa-Green menjadi leader #NusantaRanger. Ada cerita munculnya Nusa-White, Nusa-Pink, Nusa-Silver, dll kalau memang bakal ada sih, hehehe. Soalnya dulu inget banget "Tommy" yang awalnya Green Ranger di season 1 berubah jadi White Ranger di season 2 :). Terus juga semoga monster-monster yang dibuat dan sudah terpilih dalam nominasi jangan mudah dikalahkan oleh #NusantaRanger, tapi juga jangan terlalu drama juga :D.
Semoga super sentai #NusantaRanger tidak hanya menghibur para pecinta komik dan anak-anak kecil bangsa yang haus akan tokoh superhero, tetapi juga dapat sebagai alat untuk mengedukasi mereka manjadi labih tau apa aja isi dari Negara Indonesia. Saya bangga dan menambah wawasan saya akan sejarah Indonesia. God Bless #NusantaRanger :)
Warm Regards,
Bhagas Dani Purwoko
November 13, 2012
Acara,
Indonesia,
Kritik,
Latah,
My Story,
Realita,
Televisi
0
komentar
Mari Kritik-kritik Isi Kotak Audiovisual di Indonesia
Di Indonesia
mayoritas pasti punya yang namanya televisi yaa? Hiburan paling murah di era
sekarang dan semua lapisan dapat terhibur oleh acaranya. Banyak sekali kok yang
betah banget nonton tv sampe berjam-jam gak bosen. Padahal menurut saya acara
tv lokal dikit banget yang mendidik, rata-rata mereka buat acara Cuma ngejar rating sehingga dapet sponsor yang
banyak banget kalo udah gak laku yasudah. Sebenarnya visi dan misi mereka
bergelut di bidang hiburan yang khususnya di televisi itu apa ya? Yang penting
untung banyak dapet duit, udah deh. Derita loe kalo gak suka. Gitu ya? Kasian
banget kan orang sini dijejali hal-hal yang gak penting tiap hari hanya karena
kepentingan salah satu pihak yang ingin untung sendiri.
Oya, Budaya “LATAH” di sini udah akut
banget lho. Entah dari golongan apa aja yang ada disini, latah yang saya maksud
bukan penyakit yang kaget terus ngomong jorok. Tetapi kebiasaan orang-orang
sini yang suka niru sesuatu yang udah sukses lalu buat hal yang sama hanya
dengan nama yang baru. Hal itu udah terlihat banget di acara-acara tv lokal
kita. Tiap hari selalu nonton acara musik yang gak jelas dengan banyak penonton
bayaran. Kenapa harus disinarin tiap hariii?? 2x seminggu gak bisa? Niatnya
promosi musik-musik di Indonesia, tapi Cuma jadi ajang tempat musisi dadakan
yang menganggap kadar kesuksesan itu kalau kita udah masuk/tampil di tv. banyak
persoalan sih kalo ngebahas acara musik pagi siang sore itu. Bukti latahnya kan
hampir seluruh stasiun tv bikin acara musik yang rutin tiap hari dan punya
penonton bayaran. Eksploitasi musik sudah sangat tidak sehat, hanya itu-itu
saja musisi yang muncul di tv. emangnya Cuma itu doang musiknya orang
Indonesia? Nggak kak, makanya mereka yang punya acara musik itu gak tau
apa-apa. Persoalan yang paling aneh lagi karena imbas dari acara musik yang
rutin tiap hari adalah banyak bermunculan groupies gak jelas. Seolah-olah anak
muda sekarang ini sulit banget nyari pegangan untuk hidup mereka dan Cuma bisa
ngefans dengan salah satu musisi doang. Gila!!! Sialnya acara musik yang gak
mutu kok umurnya bisa panjang banget. Acara musik yang bermutu kayak radioshow
Cuma bentar ngehiasi acara tv kita. Nyebelin banget pokoknya!!
Sampe saat ini saya pengen tau
kerjaannya KPI itu apa sih??? Tau artinya mutu dan gak mutu?? Taunya kalo udah
diprotes?? Kampret emang tuh KPI!!, saya jadi pesimis kalau udah punya anak
kelak acara tvnya masih kayak sekarang. Mending pake tv berbayar sekalian, jadi
liat tv orang asing. Huh! Mau gimana lagi dong, masak ntar anak-anak kita
dijejali sama acara gak mutu yang Cuma pengen untung sendiri. Secara gak
langsung televisi dengan acara tv lokal adalah hiburan untuk kalangan menengah
ke bawah, yang penting ada gambar dan suaranya deh. Saya juga heran dengan ibu
saya yang gak pernah bosen liat sinetron. Ketika saya tanya ke ibu,”bu, gak
bosen liat sinetron terus? Kadang juga udah bisa nebak alurnya gitu”. Ibu saya
jawab nyantai,”bosen gak bosen sih gas, trus mau liat apalagi dong? Yang ada
Cuma ini buat hiburan. Hehe”. Kalimat trus mau liat apalagi dong? Harus di garis
bawahi tuh. Mayoritas juga sih soalnya kalo ibu-ibu emang demen banget liat
sinetron sampe kapanpun. Jadi, tv mau ngilangin acara sinetron itu berat
banget. Alur dari semua sinetron di Indonesia lho sama semua, Cuma beda pemain
dan judulnya. Settingnya pasti ada rumah sakit, kantor polisi, penjara, dan
rumah makan. Penyakit amnesia udah jadi trend di sinetron Indonesia. Nyari
rating trus dengan bumbu-bumbu mujarab biar episode sampe ribuan. Ada aja
caranya biar penonton penasaran dan pengen nonton besoknya lagi dan seterusnya.
Pesan-pesan moral yang mereka sampaikan gak ada mutunya sama sekali, hanya
menjual kata “cinta” di dalamnya. Haruskah anak kecil diberi hiburan seperti
itu? KPI sakit jiwa banget kan!! Hampir semuanya punya acara sinetron, budaya
nonton sinetron gak sehat banget..
Acara berita yang selalu di muat
televisi terkadang selalu melakukan bored
up, mereka membahas suatu hal yang lagi hits
secara berulang-ulang dan sialnya yang dimuat berulang-ulang adalah berita
buruk banget. Coba deh, pernah gak berita nayangin prestasi-prestasi anak
bangsa di televisi sampe berulang-ulang? Palingan yang diputer terus-terusan
itu kebejatan para wakil rakyat yang gak tau malu. Berita yang kadarnya serius
aja pada sama semua gitu kok. Imbasnya ya ke yang lain.
Trus apa dong yang baik dari acara tv
lokal? Ya pikiran dan pilah-pilah aja sendiri. Saya pengen ngeritik doang kok,
hahaha. Saya mohon aja agar para orang yang bertugas di KPI dapet milih acara
yang emang bermutu banget untuk rakyatnya, biar kita tau bukti jelasnya kinerja
mereka di belakang layar. Kalian sendiri deh yang bijak dalam memilih acara
televisi sekarang. Untuk mencari sumber informasi jangan hanya lewat televisi,
masih banyak kok sumber-sumber dari media elektronik lain. Jadi, jangan bingung
ata banyak protes dengan acara-acara tv saat ini. mereka yang buat acara tv gak
salah kok, yang salah tuh orang-orang yang masih mau liat tv sambil
ngomel-ngomel gara-gara acara tv gak ada yang bagus. Eeheheheeehe
November 02, 2012
Adminitrasi,
Guru,
Indonesia,
Karakter,
Mengajar,
My Story,
Pahlawan,
Pendidikan,
Realita,
Sosial,
Tendensial
0
komentar
Pembentukan Karakter Guru Yang Tidak Tendensial
PEMBENTUKAN
KARAKTER GURU YANG TIDAK TENDENSIAL
Oke,
setelah saya membaca kuis yang diadakan oleh Indonesia Berkibar, saya langsung
tertarik dengan tawaran lomba blog yang diadakan oleh @IDBerkibar dengan tema “Guruku
Pahlawanku”. Saya akan menuliskan pengalaman dan kegundahan saya yang terpaksa
kuliah di bidang pendidikan karena orang tua tergiur dengan sertifikasi untuk
guru. Guru merupakan profesi yang sangat mulia, namun banyak guru yang hanya
mengharapkan gajinya. Sehingga, kalimat “guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”
ini sudah luntur maknanya. Mereka tidak pernah mendidik peserta didik dengan
baik, mereka hanya bisa mengajar dengan datar. Beberapa guru yang sudah
diangkat menjadi guru tetap seringkali menyepelekan tugas dan tanggung jawabnya
karena sudah mendapat gaji pokok yang tetap. Oleh, karena itu saya sebagai
seorang Mahasiswa Universitas Negeri Malang di jurusan Administrasi Pendidikan
merasa ironis sekali melihat fenomena-fenomena yang sudah tidak tabu lagi.
Pembentukan mental dan karakter harus dilakukan agar para guru tersebut tidak
tendensial melaksanakan tugas-tugasnya. Semua guru sekarang berlomba-lomba
mengejar sertifikasi dari pemerintah untuk menambah penghasilan, seharusnya
dengan adanya sertifikasi itu berbanding lurus dengan kualitas mengajar para
guru tersebut, tetapi hasilnya hanya beberapa persen dan tidak maksimal.
Ada
lagi fenomena yang sudah tidak asing di kalangan perguruan tinggi adalah banyak
sekali dosen yang berlomba-lomba ingin menjadi guru besar. Dosen-dosen tersebut
ingin sekali instant dalam mendapatkan gelar guru besar, mereka membuat dan
menerbitkan buku hanya sebagai syarat dengan hanya mencetak 10 eksemplar tanpa
dijual ke umum. Fenomena-fenomena tadi memang benar-benar terjadi di dalam
dunia pendidikan negara Indonesia. Negara Indonesia harusnya banyak meniru
negara Finlandia yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Perkembangan
dunia pendidikan negara ini jangan sampai ke arah yang lebih buruk, seluruh
warga negara harus melakukan kerja sama yang baik untuk membangun sistem
pendidikan yang baik juga. Apabila sistem pendidikan di Indonesia membaik pasti
akan berbanding lurus pengaruhnya terhadap karakter dan mental warga Indonesia.
Pendidik atau guru di Indonesia terlalu dimanjakan oleh pemerintah, sehingga
menyebabkan mentalnya tidak kompetitif.
Terdapat
beberapa fenomena organisasional yang dapat dikategorikan sebagai gejala pemicu
munculnya kebutuhan pelatihan dan pengembangan untuk guru-guru di Indonesia.
Tidak tercapainya standar pencapaian kerja, guru tidak mampu melaksanakan
tugasnya, guru tidak produktif, tingkat penjualan menurun, tingkat keuntungan
menurun adalah beberapa contoh gelaja-gejala yang umum terjadi dalam dunia
pendidikan.
Gejala
yang ditimbulkan oleh kondisi tersebut mencontohkan terdapat tujuh gejala utama
dalam dunia pendidikan yang membutuhkan penanganan yaitu :
1. Low productivity; Produktivitas rendah
2. High absenteeism; Ketidakhadiran yang tinggi
3. High turnover; Omset
(perolehan/pemasukan
kotor/bruto, belum dikurangi biaya operasional atw pengeluaran yg berhubungan
dg "urusan" tersebut, untuk setiap periode tertentu) tinggi
4. Low employee morale; Rendah semangat kerja guru
5. High grievances; Tinggi keluhan
6. Strike; Pemogokan
7. Low profitability. Profitabilitas
(kemampuan
kemungkinan untuk mendatangkan keuntungan) yang rendah
Ketujuh
gejala tersebut sangat umum dijumpai dalam dunia pendidikan yang dapat
disebabkan oleh setidaknya tiga faktor yang meliputi : kegagalan dalam
memotivasi guru, kegagalan dunia pendidikan dalam memberi sarana dan kesempatan
yang tepat bagi guru dalam melaksanakan pekerjaannya, kegagalan dunia
pendidikan memberi pelatihan dan pengembangan secara efektif kepada guru.
Daritadi
saya membeberkan beberapa keburukan sistem pendidikan dan kinerja para pendidik.
Itu bukan berarti saya sangat skeptis dengan pendidikan negara Indonesia. Saya
masih memiliki keyakinan negara ini akan terus berkembang menuju ke arah yang
lebih baik terutama dalam dunia pendidikan. Disamping itu masih banyak sekali
guru-guru yang memiliki kompentensi yang sangat mumpuni dan sangat
berintegritas melaksanakan tugas-tugasnya. Pahlawan-pahlawan yang berprofesi
sebagai guru di Indonesia juga tidak sedikit. Pak Anies Baswedan (Rektor
Universitas Paramadina) juga telah membuat sebuah terobosan dalam dunia
pendidikan untuk yang sulit mendapatkan akses karena merupakan daerah 3T
(terdepan, terluar, tertinggal). Terobosan tersebut diberi nama program
Indonesia Mengajar. Program ini adalah mengirim para pengajar-pengajar muda
untuk melaksanakan tugas mulia sebagai guru di desa-desa tertinggal di seluruh
Indonesia. Program Indonesia Mengajar memiliki slogan yang sangat memberi
semangat, slogannya adalah “Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi”. Dari
tahun ke tahun pendaftar Indonesia Mengajar terus bertambah banyak, jadi dapat
disimpulkan masih banyak sekali guru yang memiliki jiwa-jiwa sosial yang tinggi
dan mau bergerak di program ini. Mereka dicetak untuk menjadi Role Model bagi siswa-siswanya yang
diajar serta dapat memberikan inspirasi terhadap siswa-siswa yang berada di
desa tertinggal. Para pengajar muda yang memiliki semangat membara untuk
memperbaiki sistem pendidikan negara ini harus diberikan apresiasi yang
setimpal, merekalah para pahlawan di Indonesia yang siap membentuk bibit-bibit
yang berkualitas kelak dan mampu bersaing di kancah internasional. Semoga
julukan pahlawan tanpa tanda jasa akan terus melekat di setiap hati nurani para
pengajar di negara Indonesia ini. Sekian tulisan dari saya, kalau ada yang
kurang berkenan saya mohon maaf. :) :)
September 30, 2012
1965,
Algojo,
G30S/PKI,
Indonesia,
Kultwit,
Mahasiswa,
PKI,
Realita,
Sejarah,
Tentara
0
komentar
KULTWIT: "Pengakuan Algojo 1965" by @arifz_tempo
Sharing
@arifz_tempo
Mengenai "Pengakuan Algojo 1965", cerita ttg para algojo yg
mengeksekusi orang2 yg (diduga) terlibat PKI di tahun 1965
1.Hari ini 47 tahun lalu, masihkah
kita m’ingatnya? Kami menulis ulang #G30S. Kali ini
dari perspektif para algojo http://t.co/c7vM5XwZ
2.Para mulanya adalah the act of
killing, film dokumenter karya @JoshuaOppenheim
Film ini berkisah ttg Anwar Kongo. Siap dia? #g30s
3.Anwar adlh tukang catut karcis
bioskop di medan pada 60an. Ia preman disegani. Ia membunuh ratusan orang yg
dituduh PKI #g30s
4.Anwar mempraktekkan cara membunuh.
Menebas kepala, menjerat leher dgn kawat. #g30s
5.Ia mengikat ujung kawat ke tiang.
Melilitkannya ke leher korban, menariknya erat2. Supaya tak bnyk darah tumpah,
katanya dgn t'buka #g30s
6.Anwar punya alasan pribadi lakukan
itu. Orang2 PKI larang film barat. Tanpa film itu ia
kehilangan mata pencarian
sbg tukang catut #g30s
7.Dari Act of Killing, Tempo
telusuri para algojo di tempat lain.#g30s
8.Di Flores kami bertemu Tenggkorak.
Ia adalh napi pembunuhan pada 60an. Ktk #g30s pecah, ia
dijemput kodim,diberi tugas "selamatkan Negara"
9.Beserta bbrp napi lain ia dibekali
Kodim tiga sekop, tiga cangkul, dan empat tanduk rusa. Setiap algojo mendapat
satu parang #g30s
10.dibawa ke pinggir hutan, mrk
dimintagali kubur. orang2 pki datang. Saya tak bisa tolak, saya tebas kepala
mrk satu2, kata Tengkorak #g30s
11.Bbrp korban adalah keluarga
sendiri. Eksekusi berlangsung 4 bulan. Setelah itu Tengkorak dibebaskan, meski
ia masih bstatus tahanan #g30s
12.Bbrp algojo dipaksa bunuh krn
diancam tentara. Mrk diindoktrinasi: PKI itu jahat,tak kenal Tuhan. kalau mrk tolak,
mrk yang dibunuh #g30s
13.Ada lagi Burhan Kampak. Julukan
itu diberikan orang krn pada 65-66 ia sering membawa kampak ke mana pergi #g30s
14.Saat itu Burhan aktivis mahasiswa
UGM. Ia berseteru dengan CGMI, sayap mhs PKI.Ia dendam pernah
ditendang&dituding kontra revolusi #g30s
15.Ketika g30s pecah, Burhan jadi
algojo. Dilatih menembak di kaliurang oleh tentara. Saya punya licence to kill,
katanya #g30s
16.sebelum eksekusi,parit digali u/
jd kuburan.Eksekusi gunakan senjata laras panjang+AK. Laras pendek dipakai u/
pastikan benar2 mati.#g30s
17.Di Luweng,dekat Klaten, eksekusi
dlkukan mlm hari dengan dorong orang yang ditutup matanya dari tebing tinggi ke
dasar sungai. #g30s
18.Banyak pelaku adalah tokoh agama.
Di Probolinggo kami bertemu SY, kini 74 tahun. #g30s
19.Dalam sebuah operasi malam2 ia
datangi rumah tokoh PKI. Si tokoh kaget, teriak "Kate laopo, Le? Kate
guyon ta?” #g30s
20.Mau apa kamu? Mau bercanda ya?.
Tak banyak kata, caaas, parang diayunkan ke arah korban. Tapi tak mempan #g30s
21.Rupanya si korban punya ilmu
kebal. SY berlari ke arah tanggul mencari batang singkong sebesar 3 jari #g30s
22.membaca asmak yang diberikan
seorang kiai, singkong itu dipukulkan ke punggung korban.#g30s
23.Korban gemetar. SY menebasnya
dengan samurai. Kepalanya jatuh.#g30s
24.Sehabis eksekusi, SY diguyur air
kembang 3 timba, dihadiahi Kodim sarung cap Manggis kotak-kotak hitam dan hem
putih merk Santio.#g30s
25.Kami sadar menulis pembantaian
massal #g30s
adalah isu sensitif Karenanya kami ekstra hati2
26.Tiap nama algojo dgn seksama
diverifikasi. Yang meragukan, misalnya hanya agar terkesan gagah2an, kami coret
dari daftar #g30s
27.Ada algojo yg nama dan fotonya
bersedia dipublikasikan. Ada yang minta disamarkan. Kami memenuhi permintaan itu.
#g30s
28.Ada algojo yg membunuh krn
dipaksa tentara. Ada yang karena dendam pribadi. Ada juga: krn “dipaksa”
situasi politik #g30s
29.Pertentangan politik PKI dan non
PKI sangat keras pada 1965. Menurut pelaku mereka membunuh agar tidak dibunuh #g30s
30.Tak ada maksud mengorek luka
lama.Tp sejarah tak boleh dihapus. Rekonsiliasi hanya tjadi jika pembunuhan itu
diakui. #g30s
Langganan:
Postingan (Atom)





- Follow Me on Twitter!
- "Add Me on Facebook!
- RSS
Contact