Tampilkan postingan dengan label Cara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara. Tampilkan semua postingan
Maret 04, 2015 2 komentar

5 Tips Mengelola Keuangan Karyawan Muda


Kalian sekarang sudah menjadi working class? Sudah menyuruh orang tua kalian untuk menghentikan mengirim uang bulanan? Jangan boros ya, apalagi masih terbiasa utang. Jangan, lebih baik kalian berhemat.

Mencari uang sendiri sudah menjadi kewajiban kalian, karena tidak mungkin kalian sampai tua nanti masih menggantungkan diri pada orang tua. Tapi, apabila kalian bermuka tebal, hal tersebut sah-sah saja. Menjadi budak korporat karyawan muda bukan hal yang menjijikkan, saya pun merasakan dan merelakan diri untuk bekerja di sebuah perusahaan swasta, karena saya bukan pewaris tunggal Bakrie Group atau Agung Podomoro Group.

Sebelum saya memberikan sedikit tips untuk mengelola keuangan bagi karyawan muda, saya ingin mengutip pemikiran Michael Driver (1982) tentang tipe-tipe dalam berkarir:

1. Steady State: Pilihan karir untuk mengabdikan diri dalam satu jenis pekerjaan tertentu. Misalnya terus-menerus hanya bekerja sebagai seorang programmer atau auditor.
2. Linear: Adanya peningkatan ke atas pada satu jenis pekerjaan. Misalnya saat ini Anda bekerja sebagai programmer junior, kemudian meningkat menjadi programmer senior, dst.
3. Spiral: Tetap menekuni satu bidang pekerjaan dalam 7-10 tahun, kemudian beralih bidang pekerjaan, di mana tetap menggunakan keterampilan dan pengalaman yang sudah ada. Misalnya setelah bekerja selama 10 tahun sebagai seorang programmer senior, Anda beralih untuk membuka software house sendiri. Di mana skill dan pengalaman Anda sebagai programmer tetap terpakai.
4. Transitory: Memilih untuk beralih karir dalam jangka waktu yang cepat, di mana keinginan untuk menggeluti aneka ragam profesi menjadi tujuan utamanya. Misalnya setelah bekerja sebagai programmer, Anda ingin beralih menjadi web designer, kemudian Anda memutuskan untuk menjadi wartawan, instruktur, dan sebagainya.

Dari keempat tipe karir di atas, mana yang ingin kalian terapkan? Keputusan menjadi buruh bukan hal yang salah. Langkah selanjutnya ada di tangan kalian, entah kalian akan bertahan menjadi buruh dan menggantungkan diri pada bos kalian hingga tua, atau mungkin kalian memiliki untuk mengumpulkan modal untuk pada akhirnya menjadi bos dan membuka lapangan pekeejaan sendiri.
Semuanya terserah kalian.

Jika kamu ingin mengelola keuangan atau ingin berhemat, maka hal pertama yang harus kalian mengerti adalah perbedaan kebutuhan dan keinginan. Apabila kedua hal tersebut sudah kalian mengerti, sudah dapat dipastikan kalian tidak akan mengeluh lagi di saat tanggal tua karena sisa gaji bulanan kalian sudah hampir habis. Berikut ini saya beberkan cara yang menurut saya ampuh untuk mengelola keuangan kalian para buruh:

1. Membuat 2 Rekening Bank yang Berbeda



Tips yang pertama ini merupakan tips yang sangat mudah dilakukan. Kalian hanya butuh membedakan keluar masuknya uang gaji bulanan. Tentukan berapa persen dari gaji kalian yang ingin kalian tabungkan di rekening bank yang pertama, contohnya 30%. Rekening yang pertama jangan sekali-kali kalian sentuh, kecuali memang dalam keadaan terdesak seperti sakit. Hmm, kalian takut tiap bulannya terkena potongan administrasi dari Bank? Bukan alasan lagi, sekarang ada Bank Syariah yang bebas potongan bulanan. 

Lalu rekening yang kedua gunakan sebagai kehidupan sehari-hari dan bayar kos (kalau kalian kos). Jangan kalap menggunakan uang gajian kalian, biasakan untuk selalu berhemat. Tentukan target ke depan agar uang yang kalian kumpulkan tidak sia-sia hanya untuk foya-foya. Contoh targetnya mungkin menikah atau berminat ambil cicilan KPR buat calon istri. Gunakan sebaik mungkin. Jangan sekali-kali buat kartu kredit kalau belum benar-benar mapan.

2. Membawa Bekal Makanan ke Kantor



Nah, ini tips yang saat ampuh untuk irit. Bekal makanan yang kalian bawa ke kantor pasti sehat, higienis, dan bergizi. Siapa tahu teman kantor kalian ada yang demen dengan masakan kalian, kan bisa cinlok ditawarin makan bareng.

3. Mencatat Pengeluaran Bulanan Pembukuan



Ya, kalian juga perlu mencatat pengeluaran kalian di buku, HP, dll. Hal ini hanya untuk mengontrol saja, apabila kalian merasa pengeluaran bulan ini terlalu berlebihan, kalian bisa mensiasati lagi agar pengeluaran yang tidak terlalu penting bisa ditekan.

4. Berwirausaha atau Beinvestasi



Uangmu stagnan? Tidak bertambah? Sudah saatnya kamu berwirausaha, agar gaji bulanan dapat beranak pinak sehingga kalian dapat tambahan uang segar untuk membeli kebutuhan tersier mungkin. Berwirausaha tidak harus dagang sebuah produk, tetapi juga bisa menjual jasa kepada orang lain.

Apabila kalian merasa tidak memiliki bakat berwirausaha, kalian bisa ikut program-program investasi yang sudah tersebar luas seperti Reksadana, investasi emas, investasi di Forex, atau tanam modal di bisnis sahabat kalian. Manfaatkan tabungan kalian dengan bijak dan berani mengambil risiko apabila sudah terjun di dunia investasi.

5. Jangan Lupa Berzakat, lalu Bersedekah



Tips ini memang diperuntukkan untuk orang muslim. Hal sederhana yang sering orang muslim lupakan. Masih banyak orang yang ramai bersedekah tapi lupa berzakat, padahal hanya beda niatnya. Zakat itu wajib, jadi perlu didahulukan, hanya 2,5% gajimu kok. Lalu, setelahnya kalian bisa bersedekah. Tips ini untuk mensucikan harta benda kalian dan semoga terus selalu diberi rejeki yang melimpah oleh Tuhan YME. Amin

Bagaimana? Kalian ingin menerapkan kelima tips di atas? Atau mungkin kalian punya masukan lagi? Kalau ada tips lagi dari kalian, bisa kalian tuliskan di kolom komentar di bawah ini. Selamat berkarir dan selamat mengatur uang gaji bulanan kalian.
Maret 19, 2013 1 komentar

Cara Belanja Online Yang Aman



CARA BELANJA ONLINE YANG AMAN
Bagi para kawula muda yang haus akan fashion, gadget, cosmetic, property, dll yang terus berkembang tidak ada habisnya pasti sangat dekat dengan transaksi jual beli secara online. Budaya belanja memang dimiliki setiap orang, tetapi yang boros juga relatif. Efek Rumah Kaca pun membuat lagu yang berjudul “Belanja Terus Sampai Mati”, jadi memang budaya berbelanja kebutuhan sekunder sangat dirasakan masyarakat urban. Namun, dalam berbelanja sekarang ada 2 sistem yaitu sistem jual beli secara konvensional (Penjual dan pembeli bertemu secara langsung, contoh: Di pasar) dan sistem jual beli secara online (Penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung).

Sangat marak sekali orang-orang sekarang mulai banyak yang beralih untuk mengembangkan bisnis dengan menggunakan sistem online, karena dengan sistem online semua transaksi menjadi lebih ringkas. Meskipun begitu, perkembangan IPTEK yang sangat berkembang pesat telah di manfaatkan oleh beberapa oknum yang sangat tidak bertanggung jawab (Menipu). Sekarang banyak sekali kasus-kasus penipuan secara online. Maka dari itu, saya ingin berbagi tips kepada kalian agar tidak tertipu oleh oknum-oknum tersebut, pengetahuan yang akan saya tulis ini penting sekali untuk disimak. Oke, tanpa basa-basi lagi, saya akan mulai memberikan tips-tips ini sebagai berikut:

1.    Jika kalian baru pertama kali terjun ke dalam transaksi membeli barang secara online, sebaiknya carilah rekomendasi dari teman dekat kalian yang sudah pernah melakukan transaksi jual beli online tersebut.
2.    Cara mengidentifikasi penjual yang tidak bertanggung jawab memang perlu kejelian. Karena para penipu punya banyak untuk menjaring para korban-korbannya.
3.    Jika kalian mau membeli barang di situs web yang ber-domain .com, .blogspot.com, .wordpress.com, .tumblr.com, .co.cc harus mencari info-info yang valid terhadap situs web tersebut, karena domain .com dan lain-lain itu sangat mudah didapatkan oleh semua orang. Tapi, apabila situs web ber-domain .co.id kemungkinan besar situs tersebut bukan penipu, karena untuk membeli domain .co.id harus memenuhi beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi sesuai data yang benar-benar valid, sehingga jika pemilik domain .co.id tersebut melakukan tindakan penipuan, mudah sekali melacaknya. Kemungkinan kecil sekali pemilik domain .co.id melakukan penipuan, sebab membeli domain itu banyak sekali persyaratannya. Kalau memang niatnya mau nipu orang gak mungkin mereka mau ribet-ribet beli domain .co.id
4.    Jangan mudah tergiur dengan harga yang sangat murah dan tidak wajar. Biasanya para penipu modusnya barang-barang yang mereka jual berasal dari BM (Black Market).
5.    Apabila penjual melalui media sosial seperti FB, telusuri dulu daleman FB-nya si penjual. Cek album fotonya banyak gak, ada foto-foto yang lengkap sama teman-temannya, foto sama keluarga, dll. Dan jangan lupa minta rekomendasi dari orang lain.
6.    Cara paling ampuh yang pertama untuk menghindari penipuan jual beli secara online adalah melakukan transaksi dengan sistem COD (Cash on Delivery), jadi kita langsung ketemuan sama orang yang bersangkutan, atau bisa disebut juga dengan istilah “ada uang, ada barang”. Cara yang kedua adalah lakukan transaksi menggunakan REKBER (Rekening Bersama). Jika kalian belum tau istilah rekber, bisa kalian googling sekarang agar lebih jelas. Salah satu penyedia jasa rekber yang terpercaya adalah Inapay, kalian dapat membuka situsnya dan mendaftar di http://inapay.com.
7.    Forum Jual Beli (FJB) juga marak sekali sekarang, seperti http://kaskus.co.id, http://tokobagus.com, http://berniaga.com, http://bukalapak.com, dll telah memudahkan para pembeli dan penjual untuk bertransaksi, tapi pembeli harus jeli melihat kondisi tersebut. FJB yang saya sebutkan barusan rata-rata sudah memiliki sistem transaksi menggunakan rekening bersama, jadi kalian bisa menggunakannya agar transaksi kalian aman dan lancar.

Demikianlah tips-tips dari saya, semoga bermanfaat buat kalian semua. Terima Kasih :)

Nb: Jika kalian ingin meng-copy tulisan saya, tolong dikasih sumbernya di akhir postingan kalian. :)


Best Regards,

Bhagas Dani Purwoko

 
;